KILAS SEMARANG

Semakin Mudah, Deteksi Dini Kanker Bisa Lewat Aplikasi

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Para penderita kanker seringkali melakukan pengobatan setelah penyakit yang dikenal mematikan itu sudah memasuki stadium lanjut., Karenanya, diharapkan masyarakat agar lebih peduli dan sadar melakukan tindakan pencegahan serta melakukan deteksi dini.

Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Cabang Semarang Prof dr C. Suharti, Sp.PD, PhD, KHOM usai Gathering Sahabat dan Survivor Kanker dengan tema Together We Can – I Prefer To Call It Miracle di Hotel Santika Premiere Semarang, Minggu (11/3).

Gathering tersebut diadakan Cancer Information Support Center (CISC) Suluh Hati Semarang. Pembicara lain dalam acara yang diikuti sekitar 300 peserta itu ialah, dr Eko Adhi P, Sp.PD, KHOM, Riana Trish dan Artis Aldi Taher. Dalam kesempatan itu aplikasi deteksi dini kanker diluncurkan

“Akibatnya, kondisi itu memperkecil peluang keberhasilan terapi. Untuk itu, kehadiran aplikasi smartphone untuk mendeteksi sejak dini penyakit kanker diharapkan bisa menjadi solusi sangatlah penting,” katanya.

Untuk memudahkan deteksi dini kanker, kata dia, Perhompedin Cabang Semarang meluncurkan aplikasi berbasis online dengan nama Deteksi Dini Kanker yang dapat diunduh masyarakat di google playstore pada perangkat android.

“Aplikasi ini berupa tanya jawab untuk mendeteksi kanker payudara, paru-paru, usus besar, dan mulut rahim. Selain deteksi dini, aplikasi ini juga memuat berbagai informasi dan edukasi serta untuk berkonsultasi terkait penyakit kanker,” terangnya.

Suharti menambahkan, secara nasional, berdasarkan riset Kementerian Kesehatan prevalensi kanker pada 2013 mencapai 37.792 penderita. “Kanker payudara dan serviks merupakan penyakit yang paling banyak diderita perempuan. Adapun pada laki-laki adalah kanker paru-paru,” jelasnya.

Ketua Cancer Information Support Center (CISC) Suluh Hati Semarang Cahyaning Puji Astuti mengungkapkan, kegiatan gathering ini dalam rangka ulang tahun CISC ke-10. Para peserta dari berbagai Kabupaten/Kota di Jateng, seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, Salatiga, Solo Kudus.

“Tahun ini untuk survivor lebih banyak yang datang dibandingkan yang awam. Ini menjadi target dari kami, bahwa CISC ada untuk menjadi wadah para survivor, komunitas, pejuang maupun penderita kanker,” ungkapnya. (Art)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top