KILAS SEMARANG

Diduga Terbitkan Sertifikat Ganda, BPN Kota Semarang Digugat ke PTUN

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang kembali digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Soegiat Legonokiato yang merupakan Direktur Utama PT Fasindo Properti Indonesia melayangkan gugatannya ke PTUN dengan register perkara 091/G/20/2018/PTUN.SMG.

Dalam gugatannya, Soegiat merasa dirugikan atas diterbitkannya sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No 09173 atas nama PT Daya Cipta Tiara yang terletak di Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang.

Soegiat menuturkan, BPN Kota Semarang kita gugat ke PTUN karena menerbitkan sertifikat HGB yang obyek tanahnya sama dengan sertifikat yang sudah kita miliki sebelumnya.

“Saya memiliki 2 Sertifikat Hak Milik (SHM) yaitu No 6869 dengan luas 4.943 Meter persegi dan SHM No 6870 dengan luas 2.354 meter persegi. Semuanya diterbitkan oleh BPN Kota Semarang pada tahun 2006,”
ujarnya, Rabu (10/10).

“Bagaimana mungkin sertifikat tanah yang sudah saya beli dan sudah beralih atas nama saya diatas tanah ini juga diterbitkan sertifikat HGB atas nama PT Daya Cipta Tiara yang baru diterbitkan BPN Kota Semarang tahun 2015 yang lalu. Kedua SHM yang saya miliki terbit lebih dulu daripada sertifikat HGB milik PT Daya Cipta Tiara,” tambahnya.

Lebih lanjut Soegiat menambahkan, pihaknya mengetahui kedua SHM miliknya dimasukan dalam HBG milik orang lain ketika dirinya mengajukan surat permohonan ukur untuk peta bidang tanah.

“Saya kaget ketika BPN dalam suratnya dengan No 1090/200-33.74/III/2018 justru menginformasikan bahwa kedua bidang tanahnya telah tumpang tindih secara keseluruhan dengan HGB milik orang lain,” ujarnya.

Direktur Utama PT Fasindo Properti Indonesia ini berharap hakim PTUN memutuskan dan memerintahkan BPN Kota Semarang untuk mencabut sertifikat HGB milik PT Daya Cipta Tiara.

Soegiat menilai BPN Kota Semarang tidak menggunakan prinsip kehatihatian dan tidak teliti dalam menerbitkan sertifikat HGB PT Daya Cipta Tiara.

“Kedua bidang tanah yang saya miliki didapatkan secara sah menurut hukum, sudah saya beli, sebelumnnya sudah ada akte jual belinya dan sertifikat juga atas nama saya. Bahkan kemarin sudah kita urug karena mau kita bangun perumahan,” ucapnya. (Art)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top