KILAS DAERAH

Reaktif Rapid Test 81 Orang, Sekda Blora Minta Warga Lebih Disiplin Diri

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, SE,M.Si menyampaikan berdasarkan update terakhir monitoring data Covid-19 Kabupaten Blora hingga pukul 10.49 WIB, Rabu (27/5/2020) jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) 427 terdiri proses pemantauan 193, selesai pemantauan 229 dan meninggal 1 orang.

“Jumlah Orang Dalam Pemantaun (ODP) 921, proses pemantauan 33, selesai pemantauan 886, meninggal 2 orang,” ungkap Sekda Blora dalam konferensi pers di media center posko Gugus Tugas Penanganan Percepatan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, Rabu (27/5/2020).

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 43, pengawasan 9, selesai pengawasan 25, Meninggal menunggu hasil swab 2 orang. Meninggal 5 (PCR Negatif bukan Covid-19) dan 2 orang meninggal.

“Kemudian warga yang reaktif rapid test sebanyak 81 orang, terinci reaktif OTG 65, ODP 10, PDP 6,” jelasnya.

Selanjutnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 24 orang, 19 orang dirawat, sembuh 2 dan 3 orang meninggal dunia.
Berikutnya, jumlah pemudik sampai dengan pukul 21.00 WIB, Selasa (26/5/2020) sejumlah 35.520 orang.

“Dari data tersebut menunjukkan bahwa dari sisi rapid test mengalami peningkatan. Kemarin rapid test sudah diambil sampling di beberapa tempat. Di mall, Alun-Alun Blora, pasar Blora dan Cepu,” terangnya.

Dari hasil rapid tes, kata Sekda Blora, ada yang reaktif. Hal itu dinilai masih banyak di antara kita yang masih belum disiplin.

“Belum disiplin menggunakan masker. Karena saat dilaksanaka rapid test masih banyak ditemukan saudara-sauada kita yang naik motor belum menggunakan masker. Kita coba rapid test, ternyata banyak juga yang positif,” terangnya.

Oleh karena itu, Sekda menandasakan kepada semua warga masyarakat di Blora untuk tetap disiplin menaati protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Mendisiplinkan diri sendiri, agar orang lain tidak tertular. Dan disiplin juga agar kita tidak tertular,” tegasnya.

Pihaknya selalu mengingatkan kepada warga masyarakat di kabupaten Blora untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat, membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.

Kemudian menggunakan masker bila ke luar rumah dan tetap menjaga jarak berinteraksi antar orang yang satu dan lainnya.
Berikutnya menghindari keramaian atau berkerumun. Serta sebisa mungkin tetap berada di rumah.

“Beban yang berat ini, dengan reaktif berjumlah 81 orang, rapid positif 19 orang. Untuk itu mari kita berdisiplin diri. Bantulah pemerintah untuk bisa bersama-sama memutus rantai Covid-19 ini,” kata Sekda Blora.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih warga masyarakat khususnya di desa yang telah banyak berperan melukukan dan memantau isolasi mandiri sehingga bisa menekan rantai penularan Covid-19 di wilayah setempat.

“Terutama Karang Taruna, RT,RW, Kepala Desa, Camat, semuanya. Kemudian kepada Kapolres, Dandim dan seluruh jajarannya,” ungkapnya.

Dan yang paling penting, kata Sekda Blora, kepada seluruh petugas medis yang telah bekerja keras membantu masyarakat dan bekerja keras sesuai dengan protokol kesehatan.

“Saya mohon tetap menjaga kesehatan dan saling mendoakan,” ucapnya.

Ucapan terimaksih yang sama disampaikan kepada para donatur yang telah banyak memberikan bantuan melalui Gugus Tugas ataupun langsung kepada masyarakat, RSUD dan Puskesmas.

“Adapun bentuk bantuan dan jumlahnya bisa dilihat melalui website corona.blorakab.go.id,” kata Sekda Blora.

Hadir dalam konferensi pers, Kepala Dinas Kominfo Blora Drs. Sugiyono,M.Si dan Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, dr Fatkhur Rokhim.

Pada kesempatan itu diserahkan bantuan sejumlah APD dan kelengkapan kesehatan lainnya dari managemen swalayan Luwes di Blora. (pemkabBlora).

Loading...

BERITA POPULER

To Top