KILAS DAERAH

Cegah Covid-19, Warga Perantauan Diimbau Tunda Mudik ke Blora

Jumlah Orang Dalam Pemantaun (ODP) di Kabupaten Blora hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu (4/4/2020) jumlah totalnya 558, yang selesai dipantau 85 orang, sehingga masih ada sisa ODP sebanyak 473 orang.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Sekda Blora Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs. Suryanto, M.Si mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho pada konferensi pers update laporan terkini tentang perkembangan dan tanggap darurat virus corona di Kabupaten Blora dari Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sabtu (4/4/2020).

“Belum ada yang positif Corona. PDP juga tidak ada. Sedangkan yang ODP jumlah totalnya 558, yang selesai dipantau 85 orang, sehingga masih ada sisa ODP sebanyak 473 orang,” jelas Suryanto.

Masih banyaknya ODP ini menurutnya dikarenakan semakin bertambahnya angka pemudik. Yang mana sesuai data yang dihimpun, per 3 April 2020 semalam mencapai angka 11.554 orang.

Pihaknya berharap kepada seluruh masayarakat kabupaten Blora supaya mentaati imbauan dan ajuran baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten Blora.

“Dalam hal ini adalah selalu menjaga kesehatan, berada di rumah, kurang kegiatan berkerumun dan berkelompok,” tandasnya.

Dikatakannya, masyarakat agar tidak panik, sebab pemerintah selalu berusaha memberikan upaya dan pencegahan yang terbaik, memberikan pelayanan khususnya di bidang medis selalu siap dan siaga bersama petugas dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit, negeri maupun swasta yang ada di Blora dan Cepu termasuk Klinik Bahkti Padma di Gedongsari (Badong Kidul).

“Siaga penuh dipersiapkan untuk penanganan Covid-19,” tandasnya.

Untuk stok pangan, kata Suryanto, diperkirakan hingga dua bulan ke depan dalam keadaan aman.

Pada kesempatan itu pula diimbau kepada warga masyarakat Blora yang masih berada di perantauan sebaiknya untuk tidak mudik terlebih dahulu atau mudiknya ditunda.

“Namun demikian apabila dalam situasi atau keadaan terpaksa harus mudik, tolong dengan kesadaran untuk lapor, memeriksakan diri ke petugas kesehatan di Puskesmas atau Rumah Sakit dan mengisolasi diri selama 14 hari. Ini adalah untuk kebaikan kita bersama, lingkungan dan masyarakat, ” kata Suryanto.

Di kesempatan yang sama Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blora KH Ishad Shofawi menyampaikan kepada seluruh umat beragama baik Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu untuk beribadah di rumah masing-masing serta meningkatkan ibadah lebih dari hari biasanya.

“Untuk umat yang beragama Islam supaya lebih khusyu beribadah serta memperbanyak munajat. Dan setiap kali ibadah salat fardu diselingi doa kepada Allah SWT atau dengan membaca Qunut Nazilah,” kata KH Ishad Shofawi.

Selanjutnya, kepada semua umat beragama harus mematuhi protokol kesehatan dalam beribadah melawan Covid-19.
Pihaknya juga mengharap kepada warga Blora yang berada di perantauan agar pada hari raya nanti tidak mudik terlebih dahulu berkenaan dengan merebaknya wabah Covid-19 ini.

“Tetapi apabila sudah terlajur bermudik, diharapkan mau mengisolasikan diri selama 14 hari,” tandasnya.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan tokoh masyarakat yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Imron, M.Ag salah satu pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blora.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Blora, baik yang ada di perantauan maupun yang ada di Kabupaten Blora untuk senantiasa mengikuti kebijakan pemerintah, baik pusat maupun pemerintah daerah dalam rangka menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Kita harus bersama-sama, bahu membahu, saling membantu untuk bisa mencegah dan menghentikan penyebaran virus ini, karena masa depan kita, masa depan anak cucu kita termasuk digantungkan penyebaran virus ini,” terangnya.

Maka, lanjutnya, tidak ada jalan lain kecuali harus bahu membahu, bergotong royong untuk bersama-sama menghentikan virus ini dengan kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah, yaitu dengan melakukan social distancing.

“Selanjutnya kami ajak sahabat, kolega, mari senantiasa berdoa kepada Allah agar cobaan ini segera berlalu,” ucapnya.

Sementara itu Direktur RSU Dr R Soetijono Blora, dokter Nugroho Adiwarso, Sp.OG menginformasikan, bahwa ada salah satu ASN di Blora yang meninggal dunia, Jumat (3/4/2020) bukan karena Covid-19 melainkan karena penyakit stroke.

“Jenazahnya tadi malam langsung dimakamkan, dan tidak singgah rumah duka untuk menghindari kerumunan warga. Untuk petugas sudah sesuai SOP menggunakan alat pelindung diri,” tandasnya. (pemkabBlora).

Loading...

BERITA POPULER

To Top