RAGAM

Peluncuran Buku Fahri Hamzah, Akbar Faizal: Wahai Partai Politik, Hargai Kadermu, Jangan Sak Penak Dewe

Jakarta – Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal mengaku tidak bisa memahami cara berpikir Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah memecat Fahri Hamzah sebagai kader PKS.

“Saya orang yang sampai sekarang tidak paham cara berpikir PKS. Orang sekelas Fahri Hamzah, kenapa harus dipecat sebagai kader?,” kata Akbar, dalam Peluncuran “Buku Putih Fahri Hamzah: Kronik Daulat Rakyat vs Daulat Parpol”, di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Dikatakan Akbar, kalau bisa sikap PKS itu berubah, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu akan melakukan sesuatu. “Kalaulah dibolehkan, saya akan bersimpuh kepada PKS agar Fahri Hamzah tidak dipecat. Tapi itu tidak bisa sebab saya bukan kader PKS, tapi NasDem.,” tegasnya.

Lebih lanjut, Akbar menjelaskan bahwa dia dan Fahri Hamzah 10 tahun bersama di DPR RI. Fahri menurut Akbar, adalah tandemnya yang semua pemikirannya tidak disetujuinya.

“Bahkan saya diutus Partai NasDem untuk bertarung di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dalam kasus papa minta saham yang melibatkan Ketua DPR RI saat itu Setya Novanto dan Fahri Hamzah saat itu menjadi Wakil Ketua DPR RI,” ungkapnya.

Selain itu, Akbar menegaskan bahwa semua pernyataan Fahri Hamzah semasa menjadi Anggota DPR RI adalah bentuk penghormatannya kepada Negara. “Semua dari pernyataan Fahri ujungnya adalah penghormatan kepada Negara. Begitulah mestinya orang di DPR RI,” tegasnya.

Menurut Akbar, setiap kader partai politik boleh saja tidak sependapat dengan partainya. “Perbuatan yang tidak boleh dilakukan kader partai politik yang jadi Anggota DPR RI adalah mengkhianati suara orang yang memberinya mandat ke Dewan. Salah satu pesan yang diunggah oleh Fahri dalam bukunya ini adalah, wahai partai politik, hargailah harkat dan martabat kadermu, jangan sak penak dewe,” pungkas Akbar.

The post Peluncuran Buku Fahri Hamzah, Akbar Faizal: Wahai Partai Politik, Hargai Kadermu, Jangan Sak Penak Dewe appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Loading...

BERITA POPULER

To Top