Difabel pun Sukses Gelar Acara

Foto : Pemprov Jateng

SEMARANG – Ada yang menarik dari peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-27 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Wanita, Rabu (11/12/2019). Kegiatan tersebut diorganisasi sendiri oleh para penyandang disabilitas. Mulai pembaca ikrar, pembaca doa, hingga hiburan, digawangi mereka.

Meski begitu, pagelaran tersebut berlangsung sukses. Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi karya mereka. Lihat saja penampilan apik dari Rumah Pelayanan Sosial Sensorik Rungu Wicara, Wira Karya Tama, Kutoarjo, yang membawakan Tari Merak. Meski mereka tak bisa mendengar, tapi gerakan yang dilakukan seiram dengan lantunan musik. Tak ada beda dengan penari yang tidak berkebutuhan khusus.

Lalu bagaimana mereka bisa tampil dengan apik? Sri Puji Rahayu, pembimbing dari Rumah Pelayanan Sosial Sensorik Rungu Wicara, Wira Karya Tama, Kutoarjo, mengungkapkan, butuh kesabaran dan latihan keras agar anak-anak dapat tampil maksimal. Terlebih, dengan kendala bahasa yang membuatnya kesulitan menyamakan pesan. Namun, dia tetap sabar melatih Ida, Wargiati, Uswatun, Erni, Devi dan Yuli.

“Kadang-kadang ada miskomunikasi sehingga satu perintah atau satu petunjuk itu harus diulang-ulang sampai jelas apa maksudnya,” ungkapnya.

Dengan gigih, Puji melatih anak-anak secara langsung dengan aba-aba dan kode, agar gerakan mereka seirama dengan musik.

“Mereka itu biasanya diberikan aba-aba. Jadi dengan kode-kode gerakan saya yang sesuai dengan musiknya itu dia akan melakukan gerakan-gerakan. Maka dari itu ketika mereka itu menari, saya harus ambil posisi di mana saya harus bisa terlihat jelas oleh mereka,” imbuhnya.

Puji bahagia anak-anak asuhnya dapat unjuk bakat di hadapan publik. Bukan tanpa alasan, hal itu sangat berarti karena dapat mengangkat harkat diri dan kepercayaan diri anak asuhnya.

“Ada kesempatan untuk para disabilitas itu mendapatkan pendidikan, mendapatkan bimbingan, serta kesempatan kerja yang sama dengan orang-orang pada umumnya,” jelasnya.

Melihat potensi penyandang disabilitas, Puji meminta agar masyarakat tak mengabaikan keberadaan mereka. Berikan kesempatan yang sama kepada teman-teman disablitas. Hargai dan memberikan kepercayaan yang sama terhadap mereka.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan, teman-teman disabilitas tidak perlu belas kasihan. Mereka hanya butuh akses. Sehingga saat ini pemerintah bertugas untuk menyediakan akses baik berupa fisik maupun imaterial, seperti pelatihan, modal, pendampingan agar mereka dapat mengembangkan tugasnya dan mandiri.

”Dengan kemandirian masing-masing dari para penyandang disabilitas itu sudah cukup membantu, minimal membantu diri dan keluarganya. Dan itu otomatis akan membantu negara,” jelas mantan anggota DPR RI tersebut.

Tidak sampai disitu, Ganjar mengajak pemerintah kabupaten/ kota untuk turut berperan aktif dan bijaksana dalam membangun gedung yang ramah disabilitas, bahkan hingga tingkat desa. Data keberadaan dan kebutuhan mereka pun tidak keliru, supaya keinginan penyandang disabilitas dapat terpenuhi.

“Jadi inklusinya dari desa. Kades perangkatnya tahu sabilitasnya ada berapa, ada dimana, kebutuhannya apa saja. Sehingga akses itu bisa kita berikan dengan data yang tidak keliru. Nah ini yang kita dorong agar mereka bisa mendapatkan apa yang dia inginkan,” ungkap Ganjar. (pemprovJateng)

Redaksi:
Related Post