Dorong Gerakan Ekonomi Jateng, Pegadaian Gandeng 40 Mitra

Foto : Pemprov Jateng

SEMARANG – PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan 27 perusahaan dan 13 instansi pendidikan yang tersebar di Jawa Tengah. Kolaborasi dengan 40 mitra itu sebagai upaya mendukung program unggulan dalam rangka menggerakkan ekonomi di Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Jateng-DIY, Kuswiyoto mengatakan kerja sama ini merupakan pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran dengan kompetensi, fasilitas, serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan.

“Pegadaian yang sudah menginjak usia ke 118 tahun ini, telah berhasil melakukan kolaborasi dengan 184 perusahaan yang terdiri dari BUMN, BUMD, swasta, asosiasi, dan instansi di Indonesia. Adanya penandatanganan kerja sama ini dapat mengoptimalkan distribusi bagi semua pihak, sehingga dapat saling menguntungkan satu sama lain,” kata Kuswiyoto, pada acara Sinergi dalam Harmoni, di Pesonna Hotel, Semarang, Rabu (13/11/2019).

Perusahaan dan instansi yang menjalin kerja sama dengan Pegadaian antara lain Bank Jateng, Kawasan Industti Wijayakusuma, PTPN IX (Persero), Perum Bulog Jateng, PT KAI (Persero), PT PNM (Persero) Semarang, PT Telkom Regional IV Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta, Danar Hadi Group, PT Batik Semar Solo, Sidoagung Group, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Kadin Provinsi Jawa Tengah.

Kuswiyoto menjelaskan, dalam kerja sama ini, produk syariah yang dimiliki Pegadaian akan ditawarkan, yaitu Arrum, Amanah, Rahn, dan Mulia. Tercatat Hingga Juli 2019 Arrum realisasi Rp1.418 miliar dari target Rp1.067 miliar, Amanah realisasi Rp2.217 miliar dari target Rp1.943, Mulia realisasi Rp347 miliar dari target Rp509 miliar, dan Rahn realisasi Rp4.588 miliar dari target Rp4.503 miliar.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekda Jateng Herru Setiadhie mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya salah satu wujud sinergi antara PT Pegadaian (Persero) dengan perusahaan mitra bisnis yang ada di Provinsi Jawa Tengah ini sebagai upaya kesengkuyungan untuk mendukung program unggulan dalam rangka mengerakkan ekonomi di Jawa Tengah.

“Membangun perekonomian itu tidak mudah dan tidak lepas dari peran pemerintah, sektor usaha, kalangan pendidikan dan masyarakat. Kita ini berada dalam satu segitiga piramida. Semuanya harus bekerjasama secara sinergis bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu peran dan kontribusi BUMN yang sangat diperlukan. BUMN jangan tinggal diam dan tidak perlu untuk dipanggil, tetapi sudah harus aktif terjun meringankan beban masyarakat. Ini yang perlu untuk ditingkatkan. Karena kiprah BUMN membangun daerah inilah yang ditunggu masyarakat dan imbasnya juga pada pendapatan BUMN itu sendiri.

“Sinergitas dengan 40 mitra ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dalam pemanfaatan produk dan layanan Perseroan. Jangan sampai ada anggapan bahwa BUMN itu hanya menggalang dana dari daerah dan tidak responsif pada kondisi di daerah,” katanya.

Penerapan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang responsif dan peduli terhadap kepentingan masyarakat ini perlu terus digalakkan dan diharapkan menjadi motivasi kalangan dunia usaha. Termasuk BUMN dan BUMD Provinsi Jawa Tengah agar senantiasa pro aktif membangun ekonomi kerakyatan dan membantu kepentingan masyarakat.

“Mudah-mudahan antara PT Pegadaian (Persero) dengan mitra bisnis keduanya bisa ngeklik saling dukung dan menguatkan, utamanya dalam meningkatkan kemampuan pendanaan dunia usaha, termasuk UMKM di Jawa Tengah sehingga berdayaguna memajukan perekonomian daerah,” pungkasnya. (Jateng)

 

Redaksi:
Related Post