INTERNASIONAL

Penelitian Hawking Sebelum Meninggal: Kiamat Diawali Gelap Gulita

Profesor Stephen Hawking meramalkan akhir dunia dalam penelitian baru yang diajukan sebelum ia meninggal dunia. Penelitian baru itu diselesaikan beberapa minggu sebelum Hawking meninggal.

Stephen Hawking menyerahkan sebuah makalah penelitian yang memprediksi akhir dunia dan bagaimana ilmuwan bisa mendeteksi bukti alam semesta lain, hanya dua minggu sebelum kematiannya.

Profesor Hawking meninggal dunia pada hari Rabu di usia 76 di rumahnya di Cambridge. Dan penelitian ini mengungkap bahwa profesor jenius itu bekerja sampai kematiannya dan menyerahkan pekerjaan terakhirnya dua minggu yang lalu.

Fisikawan terkenal di dunia itu ‘akan memenangkan Hadiah Nobel’ untuk makalah penelitian yang dia selesaikan dari ranjang kematiannya, kata profesor pengarangnya Thomas Hertog.

Menurut Sunday Times, karya terbarunya mempertanyakan sebuah isu yang telah mengganggu profesor selama 35 tahun.

Dalam bukunya ‘no boundary theory’, yang dirancang bersama James Hartle pada tahun 1983, pasangan tersebut menggambarkan bagaimana Bumi meluncur ke dalam keberadaan selama Big Bang. Namun teori tersebut juga meramalkan multiverse yang berarti fenomena tersebut disertai oleh sejumlah ‘Big Bangs’ lainnya yang menciptakan alam semesta yang terpisah.

Dalam makalah terakhirnya, Hawking dan Mr. Hertog – profesor psikologi teoritis di KU Leuven University di Belgia – mengeksplorasi bagaimana alam semesta ini dapat ditemukan dengan menggunakan penyelidikan di pesawat ruang angkasa.

Makalah – bernama A Smooth Exit dari Inflasi Abadi – juga meramalkan bagaimana alam semesta akhirnya akan memudar menjadi gelap saat bintang-bintang kehabisan energi.

Hertog mengatakan kepada Sunday Times: “Dia sering dinominasikan untuk Nobel dan seharusnya memenanginya. Sekarang dia tidak pernah bisa.” (Metro/fjr)

The post Penelitian Hawking Sebelum Meninggal: Kiamat Diawali Gelap Gulita appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Loading...

BERITA POPULER

To Top