KILAS SEMARANG

Terkait Rekrutmen Calon Anggota Polri, Kapolda Jateng Tegaskan Gratis

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Mulai awal April mendatang, penerimaan calon anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) dibuka. Panitia dan pendaftar ditegaskan agar tidak melakukan kecurangan, karena ada konsekuensinya.

Panitia daerah dari Polda Jateng dipegang sumpahnya dengan ikrar. Pembacaan dan penandatanganan ikrar rekruitmen calon anggota Polri ini merupakan komitmen Polda Jateng untuk mewujudkan seleksi penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis serta clear and clean.

Ikrar yang dilakukan oleh 250 panitia daerah digelar Kamis (15/3) malam di kawasan Tugu Muda Semarang tersebut, hanya dengan penerangan lilin dan obor agar khidmat. Panitia disumpah agar jujur, obyektif, bersih dan profesional dalam melaksanakan proses penerimaan calon anggota polri.

Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Condro Kirono menegaskan, menindaklanjuti Rakernis SDM bahwa untuk merekrut calon Polri yang berintegritas dan berkualitas, itu tidak lepas dari pada segenap panitia baik tingkat Polda maupun Polres.

Kapolda juga kembali menekankan, bahwa rekrutmen calon anggota Polri baik Bintara maupun Akpol tidak ada istilah titip menitip dan tidak dipungut biaya alias gratis. Dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri ini obyektif dan transparan, tidak ada prakter-praktek KKN, percaloan dan sebagainya.

“Bahwa rekruitmen calon anggota Polri tidak ada bayar membayar. Tidak ada kata belece atau titip menitip. Semuanya dipulangkan kepada kesiapan seluruh para calon. Karena itu, siapkan kesehatanya, fisiknya dan intelek atau akademisnya,” tegas Kapolda usai menandatangani ikrar di Tugu Muda Semarang, Kamis (15/3) malam.

Jenderal bintang dua itu pun mengimbau, agar masyarakat jangan pernah percaya jika ada pihak yang bisa meloloskan ujian masuk calon anggota polri. Termasuk orang-orang yang mengatasnamakan pejabat kepolisian.

“Jangan percaya kalau ada yang mengatasnamakan anggota, panitia atau pejabat polri, itu semua bohong belaka. Sudah banyak kasus yang kita ungkap, itu orang-orang yang ingin mencari keuntungan pribadi,” jelas Kapolda. (Art)

Loading...

BERITA POPULER

To Top