RAGAM

Buntut Bocornya Pipa PGN, DPR Panggil Lagi Dua Menteri

Jakarta, liputan.co.id – Setelah robohnya tiang pancang proyek tol Becakayu yang dikerjakan PT (Persero) Waskita Karya beberapa waktu lalu, Komisi V DPR RI Memanggil Menteri PUPR dan jajaran terkait serta pihak BUMN untuk menjelaskan mengapa terjadi kecelakaan beruntun atas proyek-proyek yang dikerjakan pihak BUMN.

Menteri PUPR menurut Ketua Komisi V DPR Fary Francis mengambil sikap tegas dengan melakukan moratorium pada proyek-proyek yang dikerjakan pihak BUMN dan melakukan evaluasi secara keseluruhan.

“Komisi V DPR menyambut baik keputusan moratorium tersebut dengan harapan pihak BUMN selaku pelaksana proyek dapat berbenah secara manajemen dan teknis untuk menjamin pekerjaan-pekerjaan proyek nasional zero accident,” kata Fary, lewat rilisnya, Jumat (16/3/2018).

Peristiwa bocornya pipa gas milik PT Pipa Gas Nasional (PGN) di jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur kemarin akibat galian proyek LRT oleh pihak pelaksana dari BUMN lanjut dia, seolah menegaskan kembali bahwa moratorium 19 hari yang dilakukan Kementerian PUPR ternyata tidak berdampak.

“Moratorium justru berujung kecelakaan baru. Lagi-lagi proyek yang dikerjakan BUMN menciptakan persoalan dan kecelakaan baru,” tegasnya.

Merespon persoalan ini, Komisi V DPR kata Fary segera memanggil Menteri PUPR dan pihak BUMN terkait untuk menjelaskan kondisi dimaksud. Ini persoalan serius.

Menurut Fary, kejadian yang terus berulang ini mengindikasikan bahwa pihak Kementerian PUPR dan BUMN ini tidak serius berbenah secara manajemen dan teknis. Komisi V DPR akan segera membentuk Panja (panitia kerja) untuk menginvestigasi berbagai persoalan ini.

“Prinsipnya keselamatan kerja dan keselamatan pengguna sarana infrastruktur yang dibangun pemerintah harus menjadi priorias utama,” pungkasnya.

The post Buntut Bocornya Pipa PGN, DPR Panggil Lagi Dua Menteri appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Loading...

BERITA POPULER

To Top