Beredar Screenshoot Facebook Penyidik Ambil 1 Miliar Ringgit dari Kapal Equanimity, Ini Saran DPR

Jakarta, liputan.co.id – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menyesalkan pemberitaan sebuah media online Malaysia yang menyudutkan Polri.

Pemberitaan online itu menulis, penyidik Bareskrim Polri mengambil uang 1 miliar ringgit saat menggeledah kapal pesiar mewah Equanimity yang diamankan di Pelabuhan Benoa, Bali pada 28 Februari 2018 lalu.

“Pemerintah Indonesia harus meminta klarifikasi dari Pemerintah Kerajaan Malaysia. Termasuk meminta penjelasan dari media online tersebut. Pasalnya, media itu ditengarai tidak memiliki sumber berita yang jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai berita hoaks itu menyebar, dan mempengaruhi hubungan bilateral kita dengan Malaysia,” kata Taufik, dalam rilisnya, Kamis (8/3/2018).

Pemerintah melalui KBRI di Malaysia lanjut dia, bisa proaktif dengan meminta agar media online tersebut menarik berita itu dari situsnya. Dan memberikan klarifikasi, serta menampilkan sikap dan pernyataan resmi dari Polri.

“Saat ini, kemajuan teknologi kadang disalahgunakan untuk kepentingan tertentu, misalnya untuk menyebarkan isu negatif. Jangan sampai berita itu tetap menyebar, dan terkesan negatif bagi Polri. Padahal Polri sudah membantu FBI untuk menangkap kapal itu. Tentunya, penangkapan ini seharusnya mendapat apresiasi,” tegas dia.

Diketahui, di tengah upaya membantu penyidikan skandal 1 Malaysian Develoment Berhad (IMDB), Polri diserang kabar miring dari media Malaysia. Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto pun sudah membantah dan mempertanyakan kredibilitas media yang menyebarkan kabar itu. Ia memastikan tuduhan itu hoaks.

“Media itu justru melakukan framing pemberitaan menjadi ‘Penyiasat Indonesia menjumpai 1 billion ringgit tersimpan rapi dalam Kapal Jo Lo. Siap berbalut kertas hadiah. Untuk siapa ya pak?”.

Tapi basis data pemberitaan media itu, hanya berasal dari tangkapan gambar atau screenshoot facebook. Ironisnya, tangkapan gambar itu juga tidak menampilkan link dari akun Facebook tersebut. Bahkan juga tidak ada nama si pembuat status itu,” ujar Ari.

Ari memastikan, jajarannya sudah bekerja sesuai dengan prosedur penyelidikan dan penyidikan yang ditetapkan. Saat satgas melakukan proses penggeledahan dan penyitaan kapal milik Malaysia Equanimity pada 28 Februasi 2018 lalu, semuanya sesuai prosedur, dan selalu mendapat pendampingan dari kru kapal dan penasihat hukum perusahaan pemilik kapal.

“Sekarang, kami justru menunggu saudara kami di Malaysia untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai berita hoaks itu. Terlebih lagi hubungan Malaysia dengan Indonesia sedang harmonis seperti ini,” pungkas Ari.

The post Beredar Screenshoot Facebook Penyidik Ambil 1 Miliar Ringgit dari Kapal Equanimity, Ini Saran DPR appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Redaksi:
Related Post