Main Keroyok, Driver dan Operator Ojek Online Harus Disanksi

Jakarta, liputan.co.id – Pemeritah diminta bertindak tegas terhadap ojek online yang tidak mematuhi undang-undang lalu lintas. Ketegasan tersebut sangat diperlukan agar peristiwa pengeroyokan oleh sekelompok ojek online beberapa waktu lalu tidak terjadi lagi.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (05/3/18).

“Ojek online harus mematuhi undang-undang lalu lintas yang ada jangan gara-gara ego dan kepentingan pribadi malah merugikan pihak lain,” kata Nizar.

Ditegaskan Nizar, di jalan raya harus diberlakukan Undang-Undang 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Semua tidak hanya ojek online, kendaraan dan lainnya tidak boleh seseorang ataupun badan menguasai jalan yang dimiliki pemerintah,” tegasnya.

Komisi V DPR kata politikus Partai Gerindra ini, mendorong pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang dilakukan pengemudi ojek online dan segera panggil operator ojek online untuk selanjutnya para pelaku pengeroyokan dijatuhkan sanksi.

“Yang bisa memperingati ojek online yaitu operatornya sendiri. Berikan pengarahan kepada drivernya agar mematuhi peraturan lalu lintas,” pungkas Nizar.

The post Main Keroyok, Driver dan Operator Ojek Online Harus Disanksi appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Redaksi:
Related Post