KILAS SEMARANG

Tingkatkan Kontribusi Kuliner pada PDB Nasional, Bekraf Gelar FSI

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Sektor kuliner bukan saja bagian kekayaan budaya juga potensi bisnis ekonomi kreatif. Untuk meningkatkan potensi pelaku usaha ekonomi kreatif subsektor kuliner di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) gencar mempromosikan Food Startup Indonesia (FSI) 2018 dari kota ke kota.

Melalui FSI, Bekraf kali ini melakukan roadshow kompetisi di Kota Semarang. Sosialisasi FSI ini dilakukan untuk menjaring para startup kuliner dengan talenta terbaik.

“Semarang adalah kota keempat penyelenggaraan sosialisasi FSI. Dari data kami Semarang termasuk lima besar dengan jumlah peserta cukup banyak yang mendaftar food startup tahun lalu,” kata Kepala Subdit Dana Masyarakat Direktorat Akses Non Perbankan, Hanifah Makarim, Kamis (1/2).

Selain itu, kata dia, dipilihnya Semarang dalam sosialisasi FSI karena potensi kuliner kota berjuluk lumpia itu yang cukup beragam. Semarang juga memiliki beberapa perwakilan pemenang FSI tahun lalu yang memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait wawasan statup.

“Di lihat dari prosentasenya, pelaku FSI di Jawa Tengah relatif besar mencapai 13 persen. Sementara DKI Jakarta 19 persen, Jawa Timur 28 persen, Jawa Barat 30 persen dan Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 10 persen,” ujarnya.

Sementara itu Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, kuliner adalah penyumbang produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif (Ekraf) Indonesia terbesar tahun 2016 yaitu 41,40 persen yang mencapai nilai 383 triliun rupiah.

“Bekraf mendorong tumbuh kembang dan ekosistem kuliner Indonesia dengan membuat platform FSI yang bisa diakses secara online pada www.foodstartupindonesia.com serta menggelar demoday FSI 2018. Para pengusaha rintisan kuliner di Indonesia berpeluang tergabung pada ekosistem kuliner melalui platform FSI tersebut,” katanya.

Tahun 2016 dan 2017 lalu, kata dia, Bekraf menjaring 150 startup kuliner Indonesia dari 2.005 pendaftar untuk bergabung pada demoday. Tahun ini, Bekraf akan memilih 100 startup kuliner untuk mengikuti demoday FSI 2018.

“Sosialisasi gencar dilaksanakan di sepuluh kota di Indonesia untuk mendapatkan talenta-talenta kuliner Indonesia. Bekraf mencari startup kuliner yang inovatif dan memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat untuk demoday FSI 2018,” ujarnya.

Fajar menambahkan, adapun keunggulan startup kuliner yang bergabung pada demoday yaitu mereka berkesempatan meningkatkan pengetahuan, produk, serta kemampuan negosiasi dengan investor melalu mentoring program, memperlihatkan produk mereka di hadapan umum saat expo, sekaligus berkesempatan menarik minat investor melalui pitching.

“Kontribusi ekraf pada perekonomian nasional mencapai angka 7,44 persen dengan pertumbuhan 4,95 persen di tahun 2016. Bekraf terus berupaya meningkatkan kontribusi ekraf pada PDB nasional, khususnya subsektor kuliner yang mendominasi PDB ekraf. Salah satunya dengan FSI,” imbuhnya. (Art)

Loading...

BERITA POPULER

To Top