KILAS SEMARANG

BNNP Jateng Musnahkan 1,1 Kg Sabu di Hadapan Tersangka

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng melakukan pemusnahan barang bukti dari sebuah kasus yang terungkap pada 2 Februari 2018 dari sebuah penangkapan di sebuah rumah kos di Taman Wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Diketahui dari kasus itu, petugas menyita sabu seberat 1,1 kg dari seorang tersangka berinisial ER alias John (30), warga Desa Gladagsari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Saat itu, tersangka ditangkap ketika sedang berada dalam kamarnya di sebuah rumah kos di Taman Wisata Kopeng, Kabupaten Semarang. Lokasi tempat kos sangat sulit terdeteksi, karena bukan bangunan kos permanen.

Kamar yang disewakan tersebut menyatu dengan rumah induk dan di sekitarnya tidak ada kamar atau rumah lain yang disewakan. Tersangka ER sengaja mencari lokasi yang tersembunyi di antara kebun-kebun tanaman bunga agar aktivitas ilegalnya tidak terpantau oleh aparat.

“Dari tangan tersangka ER, disita barang bukti narkotika 1,1 kilogram, motor, HP, timbangan elektrik, dan senjata air soft gun dan pelurunya,” kata Kepala BNN Provinsi Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo usai melakukan pemusnahan barang bukti di Kantor BNN Provinsi Jateng, Jalan Raya Madukoro, Semarang, Kamis (1/3).

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, kata dia, diketahui bahwa barang bukti narkoba itu merupakan sisa dari 4 kg sabu yang disimpan. Sementara sebanyak 3,9 kg sabu telah berhasil diedarkan selama sebulan terakhir

“Tersangka ER mengedarkan sabu di wilayah Klero, Tingkir, Tengaran, Getasan, dan Bawen yang masuk dalam wilayah Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Salatiga,” ujarnya.

Agus menambahkan, bahwa menurut pengakuan tersangka dia sudah menerima dan sudah meracik dalam kemasan. Ada yang dikemas dalam bungkus permen, kemudian paket-paket plastik biasa. Untuk mengelabuhi petugas dan tidak mudah terendus.

Untuk wilayah, lanjutnya, Jateng ada daerah yang rawan untuk masuknya narkotika. Ada jalur-jalur tikus, pelabuhan-pelabuhan tidak resmi, terutama di wilayah pantura.

“Indonesia darurat narkotika, karena itu kita senantiasa melakukan upaya-upaya memerangi peredaran narkotika di wilayah manapun,” imbuhnya.

Atas perbuatan, tersangka dijerat Pasal 114 junto Pasal 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Dengan pemusnahan barang bukti berupa 1.100 gram (1,1 kg) narkotika jenis sabu (methampetamine) ini, maka setidaknya telah menyelamatkan ribuan anak bangsa dan penyalahgunaan narkoba,” terang Agus. (Art)

Loading...

BERITA POPULER

To Top