RAGAM

Politikus PKS Minta Program Literasi Dievaluasi

Bandung, liputan.co.id – Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menyatakan gerakan literasi sekolah sudah dicanangkan sejak 2015 yang lalu. Faktanya menurut Ledia, budaya membaca di kalangan siswa Indonesia secara umum masih rendah.

“Kalau programnya sudah ada tetapi budaya membacanya masih dilaporkan rendah, berarti perlu ada evaluasi program secara menyeluruh terhadap sarana prasarana pendukung programnya dan koordinasi lintas kementriannya? terutama bagaimana implementasi di lapangan?,” kata Ledia lewat rilisnya, Selasa (27/2/2018).

Ledia mengingatkan bahwa mengasah budaya membaca pada siswa akan sangat mempengaruhi kualitas generasi muda masa depan. Membaca ujarnya, akan membantu siswa memperluas wawasan, menambah ilmu, mengolah pikiran dan menjadi batu pijakan sebelum menghasilkan karya tulis.

“Tetapi budaya ini harus disiapkan, ditumbuhkan, diasah, dibimbing dan diberi sarana prasarana yang memadai. Tidak bisa hanya diberi tugas, himbauan lalu diharapkan tumbuh menguat dengan sendirinya,” tegas dia.

Selain itu lanjutnya, selama ini budaya baca seringkali hanya disederhanakan pada ukuran “minat baca”. Padahal budaya baca memiliki aspek lebih luas dan mendalam termasuk pada kemudahan akses, pembiasaan diri, contoh dari lingkungan, dan tentu saja kebijakan yang mendukung.

“Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 tahun 2015 memberikan trobosan penting dengan mewajibkan setiap hari ada 15 menit waktu membaca sebelum kegiatan belajar berlangsung, tetapi agaknya belum terealisir dengan baik. Mungkin karena belum tersedia perpustakaan atau ada perpustakaan tetapi buku-bukunya kurang. Bisa juga karena kegiatan ini tidak rutin dilakukan, tidak ada evaluasi atau bisa jadi karena tenaga pendidik dan orangtua sendiri tidak memberikan contoh gemar membaca,” kata Ledia.

Karena itu anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta pemerintah untuk mengevaluasi program secara menyeluruh dan melakukan penguatan program. Buku-buku bagi sekolah perlu diperbanyak, begitu juga perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat pedalaman. Para guru perlu diberi pelatihan dan penguatan program literasi. Bahkan orangtua pun perlu digandeng untuk sama-sama membangun budaya baca ini menjadi kebiasaan siswa.

Tak cukup itu, untuk melengkapi semua desain gerakan literasi sekolah ini Ledia mengingatkan pentingnya membiasakan evaluasi program secara rutin dan berkala. Baik evaluasi dari guru kepada siswa maupun dari dinas pendidikan kepada sekolah.

“Bagi siswa bisa saja diminta menceritakan kembali bacaannya di depan kelas atau dituliskan. Libur sekolah bisa diberi tugas membaca buku, bedah buku atau resensi buku. Kunjungan pendidikan bisa dilakukan ke perpustakaan daerah. Dan sekolah pun bisa memiliki laporan tahunan berapa dan apa saja buku-buku yang dibaca Dengan begini kita berharap ke depannya akan terjadi peningkatan budaya membaca yang lebih luas dan terukur,” pungkasnya.

The post Politikus PKS Minta Program Literasi Dievaluasi appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Loading...

BERITA POPULER

To Top