KILAS SEMARANG

Walikota Hendi Turunkan Nilai PBB 2018 Kota Semarang Hingga 40 Persen

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan komitmennya untuk tidak menekan masyarakat dalam setiap proses peningkatan pendapatan daerah.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Hendi tersebut saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Pendapatan Retribusi Daerah dengan tema “Peningkatan Pendapatan Retribusi Daerah Dalam Rangka Mempercepat Pembangunan Kota Semarang Lebih Hebat” di Hotel Harris, Semarang, Selasa (27/2).

“Penting saya sampaikan, mengejar target pendapatan jangan sampai membuat masyarakat tertekan. Sehingga harus jeli dalam menjalankan setiap kebijakan,” tegasnya.

Salah satu yang menjadi sorotan Walikota Hendi adalah terkait keluhan masyarakat tentang kenaikan Pajak Bumi Bangunan (PBB) tahun 2018 yang dirasa sangat memberatkan.

“Kita tentu saja tidak dapat tutup mata terkait keluhan-keluhan masyarakat tersebut, maka tadi malam saya minta untuk langsung dilakukan koreksi terkait besaran PBB 2018 itu. Saya tidak ingin di satu sisi ada yang kita kejar, tapi di sisi lain justru ada yang kita lupakan,” ujarnya.

Walikota Hendi menjelaskan, terkait besaran PBB Kota Semarang tahun 2018, dirinya telah mengambil keputusan untuk menurunkan nilainya hingga 40 persen. Sementara untuk masyarakat yang telah membayarkan PBB tahun 2018, dirinya telah meminta Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang untuk memberikan kompensasi atas kelebihan bayar tersebut.

Kompensasi yang dimaksud Walikota Hendi tersebut antara lain adalah dengan mengakumulasikan kelebihan pembayaran PBB 2018 untuk pembayaran PBB di tahun berikutnya.

“Jadi setelah kita turunkan nilai PBB 2018, untuk yang sudah membayar dengan nilai awal, kelebihannya akan digunakan untuk membayar PBB di tahun berikutnya. Jadi tidak akan hilang,” katanya.

Sedangkan untuk yang NJOP dibawah 130 juta, Walikota Hendi menegaskan komitmennya untuk menggratiskan biaya PBB yang harus dibayarkan.

“Dan untuk NJOP di bawah 130 juta yang seharusnya gratis tetapi dibayarkan, akan segera dikembalikan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui anggaran perubahan di 2018 ini,” terangnya.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Yudi Mardiana membenarkan jika nilai PBB tahun 2018 telah diputuskan oleh Walikota Hendi untuk diturunkan hingga 40 persen dari nilai PBB 2018 semula.

Yudi mengungkapkan, jika keputusan tersebut diambil Walikota Hendi berdasarkan aspirasi masyarakat yang merasa terbebani atas besarnya nilai PBB Kota Semarang di tahun 2018.

Namun meskipun nilai PBB Kota Semarang 2018 dikoreksi oleh Walikota Hendi, Yudi meyakinkan jika target pendapat daerah Kota Semarang tetap dapat diupayakan agar tercapai.

“Sesuai arahan pak Walikota, kita upayakan skema lain. Misalnya dengan melakukan optimalisasi pendapatan retribusi yang ada di 16 OPD, maka dari itu pada hari ini kita langsung lakukan FGD sebagai salah satu upaya konkritnya,” ungkapnya. (Art)

Loading...

BERITA POPULER

To Top