RAGAM

PT FI Dinilai Tak Peduli KLB Asmat, Senator Minta Ganti Pimpinannya

Jakarta, liputan.co.id – Semua kekuatan bangsa dan negara ini tengah dicurahkan untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

PT Freeport Indonesia (PT FI) yang selama ini mengeksploitasi kekayaan alam di Tanah Papua menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Carles Simaremare, mestinya berdiri paling depan bersama Satgas Kesehatan TNI menanggulangi KLB tersebut.

“Ini malah PT Freeport membangun Gedung Laboratorium Teknologi Modern di kawasan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat. Ini berarti memperjelas sikap ketidakpedulian manajemen PT Freeport Indonesia terhadap penderitaan masyarakat Papua,” kata Carles, lewat rilisnya, Selasa (20/2/2018).

Padahal lanjut Senator dari Papua itu, akibat dari KLB di Asmat banyak warga yang meninggal karena gizi buruk dan kurangnya fasilitas kesehatan serta obat-obatan.

“Silahkan dunia melihat, betapa tidak sinkronnya hati dan pikiran para elite di PT Freeport ini. Semestinya, kekayaan alam Papua harus diutamakan untuk mensejahterakan rakyat Papua selaku pemilik sah hak ulayat yang yang bernilai ekonomi tinggi itu. Tapi dengan teganya mengalihkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya keluar Papua,” tegas Carles.

Kalau hati dan pikiran mereka sinkron ujar dia, mestinya pengambil keputusan di PT Freeport INdonesia membangun banyak Puskesmas, sekolah untuk mencerdaskan rakyat Papua demi masa depan yang lebih baik.

“Saya berharap para pimpinan yang tidak sinkron antara hati dan pikirannya yang kini ada di PT Freeport Indonesia segera dicopot dan jangan ditiru,” pinta Carles.

Apa pun pertimbangannya imbuh Carles, sudah semestinya penggunaan dana CSR yang bersumber dari kekayaan alam Papua diprioritaskan penggunaannya untuk masyarakat asli Papua, sehingga mereka merasa bangga dengan kehadiran perusahaan sekaliber Freeport.

“Kalau itu terjadi, saya yakin warga Papua akan turut menjaga aset Freeport yang besar itu karena mereka merasa ikut memilikinya,” pungkas Carles.

Loading...

BERITA POPULER

To Top