KILAS SEMARANG

Pangdam IV/Diponegoro Ajak Prajurit Galakkan Siskamling

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Peristiwa penganiayaan yang terjadi terhadap tokoh agama di beberapa daerah belum lama ini, tersebar di media massa. Sebagai personel TNI AD, harus bisa menyikapi dengan baik.

Demikian penekanan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono dalam amanat tertulis yang dibacakan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto S Sos M Si pada upacara bendera 17 an bulan Februari 2018 di lapangan Makodam IV/Diponegoro (19/2).

“Dengan naluri seorang prajurit yang dimiliki harus bisa menilai suatu peristiwa tidak terjadi begitu saja secara kebetulan, melainkan terencana secara sistematis dan memiliki tujuan tertentu,” katanya.

Sementera terkait tahun politik 2018, dilaksanakan Pilkada Serentak di 17 Provinsi, 39 Kota dan 113 Kabupaten telah masuk tahap kampanye. Maka diperkirakan pada situasi ini, potensi kerawanan sosial ditengah-tengah masyarakat terasa semakin membesar.

Pihak-pihak yang memiliki kepentingan akan terus berupaya melakukan segala hal untuk mendapatkan keuntungan dari kondisi sosial yang terjadi.

“Diharapkan, sebagai alat Negara kita harus benar-benar cermat dalam mengamati dinamika sosial yang terjadi. Bangkitkan kembali kemampuan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat terhadap gejala-gejala yang sedang terjadi,” ujarnya.

“Bangun kerjasama yang sinergis dengan Kepolisian maupun aparat pemerintahan yang lain untuk mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang mungkin timbul dan  lakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara tepat,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dengan sangat pesatnya perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada dekade terakhir ini, kehidupan sosial politik dan demokrasi juga semakin dipengaruhi oleh penggunaan perangkat teknologi yang sudah tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia.

Oleh karenanya, Kasad memerintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS serta keluarga besar TNI AD agar lebih bijak menggunakan media sosial. Selain itu, harus mampu mengambil bagian dalam upaya membangun ketahanan informasi dan mengikis kebiasaan penggunaan media sosial untuk menyebar berita negatif bermuatan SARA yang mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa.

“Saya tekankan kepada seluruh personel TNI AD, agar memahami dan pedomani prinsip loyalitas tegak lurus ke atas secara hierarkis, dengan mengikuti dan menaati semua arahan yang diberikan unsur pimpinan di satuan masing-masing secara bertanggung jawab,” ungkapnya.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto S Sos M Si menambahkan, untuk langkah antisipasi dalam rangka menjaga kondusifitas di masyarakat diharapkan saat ini digalakkan dengan Siskamling.

“Dengan Siskamling tersebut, maka akan terwujud kebersamaan di dalam masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman,” imbuhnya. (Dam)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top