KILAS SEMARANG

Dua Tahun Pimpin Kota Semarang, Walikota Hendi Kerjakan 5 Fondasi Pembangunan

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi genap dua tahun memimpin Kota Semarang pada 17 Februari kemarin. Selama dua tahun itu, banyak pencapaian yang telah diraih, dan tak hanya dalam bentuk fisik.

Pria yang akrab disapa Hendi itu menjelaskan, setidaknya ada lima fondasi pembangunan yang saat ini telah dikerjakan bersama Pemerintah Kota Semarang. Fondasi tersebut, menurutnya menjadi penting untuk mewujudkan sebuah pembangunan berkelanjutan yang tepat untuk Kota Semarang.

Kelima fondasi pembangunan yang dimaksud adalah fondasi budaya kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS), kesejahteraan masyarakat, ekonomi kerakyatan, pembangunan pariwisata, dan penanganan banjir.

Di bidang budaya kerja PNS, Walikota Hendi melakukan gebrakan yang cukup berani. Terbukti, selama periode 2016 hingga 2018, dia telah memberikan sanksi tegas kepada 58 PNS sebagai pembenahan dari budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

Adapun sanksi tegas yang telah diberikannya tersebut antara lain adalah dengan memberhentikan 18 PNS, mencopot jabatan 9 PNS, dan menurunkan pangkat 31 PNS.

“Pembenahan budaya kerja di Pemerintah Kota Semarang ini menjadi penting, karena sedulur-sedulur yang ada disini adalah salah satu ujung tombak pembangunan Kota Semarang,” katanya, Minggu (18/2).

Sementara untuk fondasi kesejahteraan masyarakat, dalam waktu dua tahun ini, Walikota Hendi telah berhasil merealisasikan sejumlah fasilitas gratis untuk masyarakat di Kota Semarang.

Salah satunya di sektor kesehatan, dengan menyediakan fasilitas berobat gratis dengan Universal Health Coverage (UHC) serta menyediakan fasilitas ambulance gratis 24 Jam, hingga menyediakan layanan konsultasi dokter secara online.

Selain itu, di bidang ekonomi kerakyatan, keberhasilan Walikota Hendi selama dua tahun menjabat diantaranya mendorong transformasi Kota Semarang yang semula sebagai Kota Industri menjadi Kota Pariwisata.

Walikota Hendi berkeyakinan melalui sektor pariwisata, masyarakat dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membuka usahanya sendiri. Dan untuk mendukung hal tersebut, Hendi telah menyiapkan fasilitas pinjaman bernama Kredit Wibawa dengan bunga yang sangat murah, yaitu hanya sebesar 3 persen per tahun.

Upaya Walikota Hendi tersebut pun terbukti mampu menggeliatkan ekonomi di Kota Semarang. Hal itu setidaknya tergambar dari capaian investasi usaha di Kota Semarang yang semula pada tahun 2015 hanya mencapai Rp 7,9 triliun, dan di tahun 2017 telah melonjak tajam menembus angka Rp 20,5 triliun.

“Namun walaupun sejumlah fasilitas gratis telah kita berikan, namun penting bahwa masyarakat di Kota Semarang harus juga berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Maka fondasi ekonomi kerakyatan juga menjadi salah satu hal penting yang kami bangun dalam waktu dua tahun ini,” ujarnya.

Fondasi keempat yang berhasil dibangun Wlikota Hendi adalah sektor pariwisata. Dalam upayanya mendorong perubahan Kota Semarang menjadi kota pariwisata, dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini antara lain telah berhasil menginisiasi 113 kampung tematik yang merata pada 16 Kecamatan di Kota Semarang.

“Selain itu kami juga telah menyelesaikan pembangunan 19 ruang terbuka hijau sebagai sarana wisata di Kota Semarang,” jelas pria yang pada tahun 2018 ini kembali dinobatkan sebagai pembina pelayanan publik terbaik untuk kedua kalinya, oleh Kemenpan-RB.

Yang terakhir, fondasi penanganan banjir. Walikota Hendi menegaskan bahwa satu hal yang tidak terlupakan dan tetap menjadi prioritas adalah menuntaskan penanganan banjir di sebagian wilayah Kota Semarang, terkhusus di wilayah timur.

Dalam rangka itu, Walikota Hendi mengungkapkan bahwa telah ada anggaran sebesar 1,4 Triliun yang dikonsentrasikan untuk penangangan banjir di Kota Semarang tersebut.

“Ada enam komponen utama yang sedang dikerjakan, antara lain pembuatan tanggul rob serta normalisasi Kali Tenggang dan Sringin, pembuatan kolam retensi Banjardowo Kaligawe, juga pembuatan pintu muara Kali Tenggang dan pintu muara Kali Sringin. Kami optimis jika semua pekerjaan tersebut dapat selesai pada tahun 2018 ini,” ungkapnya. (Art)

Loading...

BERITA POPULER

To Top