RAGAM

Kader PKS: Partai Politik Jangan Anti-kritik

Jakarta, liputan.co.id – Anggota DPR RI Muhammad Nasir Djamil meminta polisi dan partai politik jangan lebai dalam menghadapi tulisan bernada kritikan. Sebab menurut Nasir, kritikan masyarakat apa pun bahasanya itu dimaksud untuk mengoreksi kebijakan atau sikap dari partai politik.

Hal tersebut dikatakan Nasir Djamil menyikapi penangkapan mantan wartawan BBC Asyari Usman oleh kepolisian, karena tulisannya terhadap elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Untuk kepolisian, penanganan kasus yang berawal dari sebuah karya tulis jangan bersikap seolah-olah yang bersangkutan mau makar. Sebab, harus diingat ini hanya persoalan sebuah argumentasi,” kata Nasir, lewat rilisnya, Sabtu (10/2/2018).

Karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta kepolisian hati-hati mengingat polisi itu pengayoman pelindung dan pelayan. “Kalau menghadapi masalah ini fungsi pengayomlah yang dikedepankan,” saran Nasir.

Kepada semua partai politik, wakil rakyat dari daerah pemilihan Aceh ini meminta agar sebuah kritikan yang disusun dalam argumentasi yang terkesan menyudutkan seharusnya disikapi dengan argumentasi juga dan diajak diskusi.

“Jangan sedikit-sedikit main lapor, jangan anti-kritik. Sebagai mantan wartawan, saya mengajak seluruh mantan wartawan dan wartawan untuk menyikapi persoalan ini dengan serius,” imbuhnya.

Loading...

BERITA POPULER

To Top