Demi Tekan Inflasi, Sebanyak 4 Ton Beras Murah Dibagikan di Kota Semarang

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng disebutkan bahwa pada Januari 2018 telah terjadi inflasi sebesar 0,88 persen di Provinsi Jateng. Angka inflasi tersebut, lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang sebesar 0,62 persen.

Adapun empat kota yang tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Jateng yakni Cilacap dengan inflasi sebesar 1,33 persen. Kota ini disusul Purwokerto sebesar 1,29 persen, Tegal 1,15 persen dan Kudus 1 persen.

Sedangkan ibu Kota Provinsi Jateng, Kota Semarang, meskipun tidak termasuk dalam daftar daerah penyumbangan inflasi terbesar, namun juga tetap menjadi perhatian penting karena mencatatkan angka inflasi yang cukup besar, yaitu sebesar 0,81 persen, di bawah inflasi Provinsi Jateng.

Terkait hal itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi bergerak cepat bersama berbagai elemen masyarakat melakukan upaya untuk menekan inflasi yang terjadi di Provinsi Jateng, khususnya di Kota Semarang.

Salah satu upayanya adalah dengan menggelar pasar murah di dua Kecamatan Kota Semarang, bekerjasama dengan PKK Kota Semarang, serta anggota DPR RI, Juliari Batubara, Jumat (2/2).

Pasar murah tersebut, menurut Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu dinilai akan efektif untuk menekan inflasi. Hal ini mengingat dalam catatan BPS Jateng, kenaikan harga beras andilnya cukup besar terhadap inflasi.

“Saya mencatat, bahwa Inflasi pada Januari terjadi karena adanya kenaikan indeks semua kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok bahan makanan,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, hari ini fokus untuk menekan kenaikan harga bahan makanan tersebut dengan pasar murah, tapi bukan berarti yang lainnya di kesampingkan.

“Untuk menekan kenaikan indeks kelompok pengeluaran yang lain seperti kesehatan, pendidikan, transportasi dan seterusnya, kami akan memaksimalkan layanan fasilitas serba gratis yang sudah ada di Kota Semarang, seperti sekolah gratis, berobat gratis, hingga bus sekali bayar,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPR RI, Juliari Batubara. Pihaknya menegaskan bahwa kenaikan harga sembako harus menjadi perhatian penting.

“Saya mencermati, bahwa ada sedikit kenaikan harga-harga sembako, terutama harga beras. Maka dari itu, saya diskusi dengan Mas Hendi dan Mbak Tia bahwa harus diselenggarakan pasar murah,” katanya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengungkapkan, bahwa dalam pasar murah tersebut ada seribu kupon yang dibagikan kepada masyarakat.

“Masing-masing dapat ditukarkan dengan paket murah seharga Rp 50.000. Setiap paketnya berisi 4 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, 4 bungkus mie instant, dan 1 kotak teh,” ungkapnya. (Art)

Redaksi:
Related Post