Mukernas I, KA KAMMI Usung Tema “Indonesia Baru, Pemimpin Baru, Arah Baru Indonesia”

Jakarta, liputan.co.id – Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KA KAMMI) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), Sabtu-Ahad, 3-4 Februari 2018, di Hotel Royal, Jalan Rasuna Said, kawasan Jakarta.

Mukernas pertama ini menurut Presiden KA KAMMI H Fahri Hamzah SE mengusung tema besar yaitu “Indonesia Baru, Pemimpin Baru, Arah Baru Indonesia”.

“Tema itu dipilih sebagai respon KA KAMMI yang dibentuk pada 12 November 2016 lalu terhadap berbagai masalah yang dihadapi rakyat karena negeri ini dikelola dengan narasi yang gamang,” kata Fahri, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Fahri Hamzah yang juga Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan, slogan ‘kerja, kerja, kerja’, tanpa perencanaan dan agenda yang jelas di masa depan membuat bangsa ini seperti berjalan hanya untuk hari ini dan kepentingan jangka pendek.

Pembangunan infrastruktur ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, telah dijadikan simbol keberhasilan penguasa saat ini sehingga tidak menghiraukan program keberhasilan yang telah di capai penguasa sebelumnya.

Akibatnya kata Fahri, rakyat telah diabaikan dan menjadi korban pencitraan. Oknum dan pihak-pihak tertentu ujarnya, mendapatkan jatah pengelolaan sumber daya alam yang melimpah. Rakyat telah mengeluh akan situasi hidup sehari-hari. “Program Nawacita yang menjadi konsep dasar pembangunan dalam kampanye dan menjadi cita-cita mulia, mulai redup dari telinga kita. Kesenjangan ekonomi terjadi. Melebar dan terus melebar. Pembelahan akibat pilihan politik terjadi. Ironisnya, negara menjadi aktor pemicu pembelahan,” tegas dia.

Fahri menjelaskan, isu radikalisme dan ekstrimisme adalah strategi kaum populis di pra-pertarungan elektoral Eropa dan Amerika sekarang ini akan di ujicobakan. Di Asia, juga Indonesia. rakyat menderita.

“Maka itulah, rakyat hari ini butuh makan, sandang dan pangan. Juga butuh kepastian dan harapan, mereka ingin diperhatikan layaknya manusia yang beradab dan merdeka di negeri yang kaya raya ini. Konflik sosial dan politik menyebabkan rakyat telah lelah dan menderita. Rakyat ingin semua pemimpinnya bersatu dalam ikatan kebangsaan, butuh pemimpin yang dapat mewujudkan janji dan cita-cita kemerdekaan. Pemimpin yang tahu tentang apa yang dirasakan dan merasakan apa yang diinginkan. Mereka ingin merdeka dari berbagai penderitaan dan tekanan berbagai dimensi kehidupan,” tutur Fahri.

Dia jelaskan, Mukernas KA KAMMI hadir dalam rangka upaya mewujudkan Indonesia Baru yang lebih Religius, Demokratis dan lebih Makmur. Untuk mewujudkan itu semua Indonesia membutuhkan Pemimpin Baru yang membawa Arah Baru Indonesia.

Oleh sebab itu, Mukernas KA KAMMI akan membahas dan memutuskan tiga gagasan penting yaitu pertama, konsep dan arah baru Indonesia ke depan. Kedua, calon presiden alternatif yang akan diusulkan oleh KA KAMMI kepada partai politik dan publik.

Sedangkan bahasan ketiga, Pawai Kebangsaan sebagai cara organisasi KA KAMMI dalam mengawal Indonesia Baru, Pemimpin Baru dan Arah Baru Indonesia, serta menghimpun semua kekuatan bangsa dalam rangka mewujudkannya.

“Mukernas KA KAMMI akan dibuka oleh Ketua DPR RI dan juga akan diadakan studium generale 1 dengan nara sumber perwakilan partai-partai politik dengan tema capres alternative dalam perspektif partai-partai politik. Kemudian dilanjutkan dengan studium generale 2 yang akan menghadirkan Tokoh Nasional M. Anis Matta,” imbuhnya.

Redaksi:
Related Post