Golkar : Jateng Bukan Kandang Banteng 

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Dengan melihat sejarah serta capaiannya, Partai Golkar ingin mengembalikan Jateng sebagai kandang beringin. Meski dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 ini, partai berlambang beringin itu mengusung petahana Ganjar Pranowo.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono, menegaskan bahwa tidak tepat jika Jateng disebut kandang banteng.

“Memang potensi PDI Perjuangan luar biasa. Namun tidak tepat jika Jateng disebut sebagai kandang banteng. Namun nasionalis religius, karena Jateng merupakan representasi nasional,” katanya, Kamis (1/2).

Jika menilik sejarah, Iqbal Wibisono, keberhasilan Partai Golkar menduduki kursi Gubernur di Jateng lebih banyak dibanding partai pimpinan Megawati Soekarno Putri. PDI Perjuangan tercatat baru dua kali mengantarkan kadernya menduduki kursi Gubernur Jateng, yakni Bibit Waluyo dan Ganjar Pranowo.

Sementara itu, di tingkat Kabupaten/Kota, saat ini Partai Golkar menempatkan 10 kadernya di kursi Bupati/Walikota maupun wakilnya. Iqbal Wibisono menyebut, Batang, Demak, Wonogiri, Purworejo, Cilacap, Banjarnegara, Kota Tegal, Karanganyar, Brebes dan Pemalang.

“Sementara di tingkat Gubernur, Partai Golkar mampu mengantarkan setidaknya lima kadernya, yakni Munadi, Parjo, Ismail, Wardi, dan Mardiyanto pada periode awal,” kata Iqbal Wibisono.

Iqbal Wibisono melanjutkan, penyebutan Jateng sebagai kandang banteng memang tidak terlepas dari keberhasilan PDI Perjuangan saat ini. Selain Gubernur dan Wakil Gubernur, PDI Perjuangan saat ini juga mendominasi kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jateng.

“Tapi ingat, capaian di DPRD Jateng PDI Perjuangan tidak pernah mencapai 50 persen plus, sementara Golkar pernah mencapai 67 persen. Saat ini, PDI Perjuanagan menguasai 27 atau 28 persen kursi di DPRD Jateng dengan 27 atau 28 kursi,” kata Iqbal Wibisono.

Melihat capaian masa lalu, Iqbal Wibisono mengatakan Partai Golkar bertekat mengembalikan Jateng sebagai kandang beringin.

“Ada beberapa ikhtiar yang kami lakukan. Pertama, saat ini daerah pilihan terbagi menjadi 13, minimal setiap dapil memperoleh dua kursi. Minimal nanti harus 20 kursi, beringin di Jateng harus kembali lebat,” kata Iqbal Wibisono.

Di Jateng, kata Iqbal Wibisono, Partai Golkar tidak ingin jadi partai yang hanya berjalan di pedestrian. “Namun harus menikmati jalan di tengah, bukan di pinggiran,” kata dia.

Sebelumnya, saling sindir ungkapan kandang banteng dan kandang semut dilontarkan calon Gubernur Jateng Sudirman Said dengan politisi PDI Perjuangan Agustina dan Hasto Kristianto. Sudirman Said merasa tidak nyaman jika Jateng disebut sebagai kandang banteng.

“Harus dikembalikan pada martabatnya, sebagai tempat manusia seutuhnya yang bhinneka,” kata Sudirman Said atau yang akrab disapa Pak Dirman itu.

Menanggapi ungkapan tersebut, Ketua Pemenangan Pilkada DPD PDI Perjuangan Jateng Agustina Wilujeng menjawab. “Kalau ada orang yang ingin membuat Jateng tidak lagi jadi kandang banteng kita ketawa saja, emangnya mau jadi kandang semut? Kan aneh,” kata dia.

Saat ini, Partai Gokar bersama Partai Demokrat dan Partai Nasdem mengusung kader PDI Perjuangan dan PPP, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Sementara itu, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah diusung Partai Gerindra, PKB, PKS dan PAN. (Bra/Art)

 

Redaksi:
Related Post