KILAS SEMARANG

Tunggakan PDAM, Hutang Puluhan Warga Semarang Ini Dilunasi Walikota Hendi

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Sekitar 90 Kepala Keluarga (KK) warga Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang bersama anak-anak berbondong-bondong mendatangi Kantor Balaikota Semarang, Senin (29/1).

Kedatangan mereka tersebut untuk mengadu kepada Walikota Semarang Hendrar Prihadi, terkait tunggakan PDAM sebesar Rp 23 juta yang harus ditanggung oleh beberapa warga.

Tunggakan sebesar tersebut merupakan akumulasi tagihan PDAM warga selama 10 bulan yang tidak dibayarakan oleh salah satu oknum paguyuban di Rusunawa tersebut.

“Loh, ada apa-ada apa ini kok pada kesini berbondong-bondong,” celetuk Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang juga akrab disapa Hendi itu usai keluar dari pintu samping setelah menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang, yang bersebelahan dengan Kantor Walikota Semarang.

Walikota Hendi lalu menggandeng salah satu warga dan kemudian mengajak puluhan warga lainnya untuk masuk ke kantornya. “Tapi ruangan saya tidak besar, hanya muat untuk 20 orang, jadi ditunjuk saja perwakilan untuk masuk,” ujar Walikota Hendi kepada puluhan warga tersebut.

“Bagaimana? Ada persoalan apa?” tanya Walikota Hendi santai kepada perwakilan warga yang telah masuk.

Salah satu perwakilan warga Rusunawa bernama Maksun mengungkapkan, jika warga merasa terbebani dengan tunggakan air PDAM senilai Rp 23 juta.

Maksun menceritakan bila sebenaranya pembayaran iuran PDAM selama 10 bulan tersebut telah disetorkan kepada salah satu oknum yang biasa membantu warga untuk membayarkan iuran tersebut.

“Warga merasa sudah membayar dan ada buktinya. Kami juga sudah melakukan perundingan, namun tidak ada jalan keluar hingga aliran PDAM diputus. Bahkan, oknum yang telah mengemplang atau menggelapkan uang tagihan PDAM kami selama 10 bulan itu tidak mau melunasinya,” tegas Maksun yang duduk di samping Walikota Hendi.

Mendengar hal tersebut, Walikota Hendi pun terlihat tenang dan bahkan sesekali melempar senyuman. “Begini saja, untuk yang Rp 23 juta itu biar saya yang bayar, karena PDAM ini dikelola dengan profesional, sehingga tidak bisa kalau diminta menghapus tunggakan tersebut,” tutur Walikota Hendi.

“Dan saya pastikan juga hari ini air bisa mengalir lagi. Kalau sampai malam belum juga mengalir, laporkan ke saya,” lanjut Hendi yang langsung disambut riuh senang perwakilan warga Rusunawa Kaligawe tersebut.

Usai pertemuan, Walikota Hendi mengungkapkan proses penyelesaian ini adalah proses jalan taktis yang diambilnya.

“Kita nggak pingin masalah kecil berlarut jadi besar, mereka nggak mungkin menelusuri atau mengurutkan uang itu kemana. Saya ambil jalan yang lebih taktis saja yang penting bisa dialiri, ini yang namanya bergerak bersama,” ujar Walikota Hendi yang juga politisi PDI Perjuangan itu. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top