RAGAM

Survei: PAN Cuma Dapat 2 persen, Kader: Tidak Masalah

Jakarta, liputan.co.id – Politikus Partai Amanat Nasional, Muslim Ayub, menanggapi dingin hasil survei terbaru yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang mengatagorikan PAN beserta empat partai politik lain terancam tidak lolos ambang batas parlemen. Menurutnya, PAN tidak memikirkan hasil survei tersebut. Partainya saat ini sedang fokus bekerja melayani masyarakat.

“PAN sudah terbiasa mendapatkan hasil survei yang dilakukan banyak lembaga. Tidak masalah. Silahkan saja dibuat survei sebanyak-banyaknya. Asal dilakukan sesuai dengan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak ada muatan politik apa pun,” kata Muslim kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/1/2018).

Dia katakan, banyak prediksi yang dikeluarkan lembaga survei terhadap partainya selama ini tidak terbukti. Pada pemilu 2009 dan 2014 lalu, partainya diperkirakan tidak mampu menembus ambang batas parlemen.

“Nyatanya, di dua pemilu itu, PAN bisa menembus ambang batas parlemen dan meraih 48 kursi di DPR. Bahkan kita pernah menempatkan kader terbaik diposisi strategis sebagai ketua MPR dan berturut-turut sebagai pimpinan DPR,” tuturnya.

Muslim mengingatkan, sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam pemilu mulai tahun 1999, PAN selalu berada dalam 5 besar peraih suara terbanyak. Ini berarti keberadaan partai di tengah masyarakat sudah diterima dan dipercaya. Apalagi semenjak berdiri sampai saat ini, PAN belum pernah mengalami persoalan internal sebagaimana partai lain.

“Internal kita sangat solid. Dinamika yang ada mampu dikelola dengan baik tanpa menimbulkan goncangan apalagi perpecahan internal,” ucapnya.

Jika melihat statistik capaian suara PAN semenjak pemilu 1999 hingga 2014, suara PAN ujarnya, selalu berada diangka 7 persen lebih. Misalnya saja Pemilu 1999, PAN meraih 7,12 persen, tahun 2004 7,45 persen. Angka ini turun pada pemilu 2009 menjadi 6,01 persen. Tetapi pada pemilu 2014 lalu, naik lagi menjadi 7,59 persen.

“Dengan melihat capain ini dan kondisi internal partai, kita menargetkan perolehan suara pada 2019 masuk dalam tiga besar peraih suara terbanyak. PAN sudah bosan bertengger di posisi lima besar. Saya kira ini masuk akal dan sangat rasional,” jelas Muslim

Wujud dari keseriusan mencapai target itu kata wakil rakyat dari Aceh ini, PAN terus melakukan konsolidasi dan mendatangi daerah-daerah di seluruh pelosok tanah air.

“Ketum kita selalu turun ke daerah-daerah. Sudah lebih dari 70 persen seluruh kabupaten/ kota telah ditangani. Semua kunjungan ini ditujukan untuk berjumpa langsung dengan masyarakat, berdialog dan memperjuangkan aspirasi mereka,” ungkapnya.

Karena itulah, ia agak heran membaca hasil survei LSI yang memprediksi PAN tidak bisa menembus ambang batas parlemen pada pemilu 2019. Berdasarkan Surveinya PAN hanya meraih suara 2.0 persen, jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Undang-undang yakni 4 persen.

Meski begitu, menurut anggota Komisi Hukum DPR ini, PAN tidak pernah memikirkan hasil survei yang dilakukan lembaga apa pun. Partai ini bekerja bukan berdasarkan survei. Sebagai partai yang diberi mandat, amanah, dan keperayaan oleh rakyat, PAN harus melaksanakan itu dengan sebaik-baiknya.

“Itu yang kami harus jaga dengan memperjuangkan apa yang menjadi kehendak masyarakat. Bagi siapa yang mau menjadikan hasil survei itu sebagai tolak ukur, silahkan, tidak masalah,” ujar Muslim.

Muslim mengingatkan agar lembaga survei harus berhati-hati merilis hasil kerja mereka. Jangan sampai ini disengaja untuk disajikan sebagai santapan bagi lawan-lawan politik.

“Ya harus diingatkan, agar lembaga survei tetap menjaga integritas moral dan akademis dalam bekerja. Jangan hasil survei dijadikan bahan untuk menggiring opini publik untuk menghukum satu atau beberapa partai tertentu,” ingatnya.

Di tahun politik ini imbuhnya, apa saja bisa dijadikan bahan kampanye untuk menghancurkan citra dan performa sebuah partai oleh lembaga atau kelompok tertentu.

Loading...

BERITA POPULER

To Top