KILAS SEMARANG

Ingin Kembalikan Martabat Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah Kumpulkan Pakar

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Forum Pakar Merah Putih mendeklarasikan untuk mengembalikan Jateng pada martabatnya. Pasalnya masyarakat saat ini jauh dari kondisi sejahtera.

Berisi pakar dengan berbagai latar belakang, pada Kamis (25/1) melakukan pertemuan di Markas Tim Perjuangan Merah Putih, di Jalan Pamularsih 95 Semarang.

“Kelahiran peradaban-peradaban besar di republik ini, lahir di Jateng. Tapi kondisi saat ini, peradaban-peradaban tersebut tidak ada gaungnya,” demikian dijelaskan salah satu Pakar Merah Putih, Dwi Kuswantoro.

Peradaban yang dimaksud Dwi Kuswantoro adalah dengan keberadaan candi terbesar di Indonesia, Borobudur. Juga candi Hindu terbesar yaitu Prambanan. “Peradaban Islam di Jawa, juga dimulai di Jateng, Kerajaan Demak,” katanya.

Selain tempat lahirnya peradaban-peradaban besar, jumlah pahlawan di negeri ini cukup banyak dari Jateng.

“Dari 150 pahlawan nasional, 32 di antaranya berasal dari Jateng. Dari Ahmad Yani, Kartini, Cipto Mangunkusumo sampai Alimin berasal dari Jateng,” kata dia.

Berdasar hal itu, sudah semestinya Jateng menjadi tulang punggung republik ini. Jika hal tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah, Pemprov Jateng khususnya, akan mampu mendorong kesejahteraan warga.

“Bisa dikelola dari aspek kebudayaan, spiritual dan juga pariwisata. Maka pak Dirman ingin menjadikan Jateng sebagai pusat wisata religi di republik ini, karena sangat lengkap,” ujarnya.

Kondisi masyarakat Jateng saat ini, lanjutnya, cukup mengkhawatirkan berbanding terbalik dengan potensi besarnya. Tingkat kemiskinan di Jateng pada media akhir 2017 mencapai 13, 58 persen atau 4,577 jiwa.

“Namun tidak banyak yang tahu, bahwa selain jumlah keluarga miskin tersebut, masih terdapat 15.229.994 jiwa yang terjebak kategori belum sejahtera. Ini cukup mengkhawatirkan,” kata dia.

Forum Pakar Merah Putih merupakan kumpulan tim ahli pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah. Selain pertemuan tim pakar tersebut, tim partai pengusung juga tengah melakukan pertemuan untuk belanja persoalan Jateng.

“Kita terus bekerja karena ini evolusi. Setelah relawan membantu, datanglah partai-partai. Semua ini kekuatan, evolusi harus dikelola,” kata Pak Dirman, sapaan akrab Sudirman Said.

Menyikapi kekuatan incumbent, dirinya tidak khawatir. Masing-masing punya kekuatan, karena semua akan memanfaatkan jaringan-jaringannya.

“Tugas saya bersama relawan dan partai adalah menyakinkan masyarakat. Saya ingat ungkapan Bu Ida (pendampingnya-red), jadikan ajang ini untuk fastabiqul Khoirot, berlomba dalam kebaikan,” kata dia. (Bra/Art)

 

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top