KILAS SEMARANG

Tempat Karaoke di Bandungan Diduga Pekerjakan Anak Dibawah Umur

KILASJATENG.COM, UNGARAN – Tempat karaoke yang merebak di kawasan wisata Bandungan, Kabupaten Semarang ditengarai banyak memperkerjakan anak-anak di bawah umur khususnya sebagai Pemandu Karaoke (PK).

Bahkan, tempat karaoke tersebut juga diduga menjual minuman keras (miras) berbagai merk tanpa ada ijin resmi.

Demikian hal itu diungkapkan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang, DR H Endar Susilo SH MH, Kamis (18/1).

“Temuan kami tidak hanya itu saja, namun masih ada diantaranya banyaknya tempat karaoke, panti pijat, hotel yang tidak mengikut sertakan karyawannya dalam BPJS. Sejumlah hotel juga diduga tidak mengikuti prosedur dan perijinan yang sesuai dengan Perda Kabupaten Semarang. Banyak tempat karaoke yang membuka jam operasionalnya melebihi aturan,” kata Endar Susilo, yang juga sebagai pengacara ini.

Ditambahkan, bahwa tindakan pengusaha karaoke yang nekat mempekerjakan anak-anak di bawah umur itu dinilainya melanggar UU No 20 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No 138 Tahun 1973. Selain itu, ditemukan juga sejumlah panti pijat dan hotel yang diduga dijadikan ajang mesum bagi pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri.

“Temuan ini bukan sepenuhnya dari hasil penelusuran PP Kabupaten Semarang, namun datang juga dari warga setempat yang geram dengan maraknya prostitusi di kamar-kamar hotel. Dengan kata lain, kawasan Bandungan yang sejuk dan asri ini, kini telah banyak dikatakan sebagai wisata syahwat,” katanya.

Dari hasil berbagai temuan tersebut, MPC PP Kabupaten Semarang langsung melaporkannya kepada Kapolda Jawa Tengah. Laporan sebanyak tiga lembar tersebut ditandatangani langsung Ketua MPC PP Kabupaten Semarang DR H Endar Susilo SH MH dan Sekretaris Lisa Arum Anggriana SH. Aduan penyalahgunaan hotel dan karaoke yang dikirimkan kepada Kapolda Jateng tersebut dengan Nomor : 026/PP-KAB/SMG/I/2018, tertanggal 13 januari 2018.

“Aduan dari MPC PP Kabupaten Semarang ini sudah kita sampaikan kepada Kapolda Jateng. Kini, kami menunggu langkah nyata atau tindaklanjut petugas kepolisian khususnya dari Polda Jateng, apakah akan memberikan tindakan tegas atau akan tetap membiarkan praktek-pratek kotor menjamur di kawasan wisata Bandungan,” ujarnya.

Surat pengaduan itu ditembuskan pula kepada Kapolri, Gubernur Jateng, Ketua DPRD Jateng, Kapolres Semarang, Komnas HAM, Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, Ketua MPW PP Jateng, Bupati Semarang, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Dinas Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja serta Dirjen Kekayaan Intelektual serta Komnas Anak.

Sementara itu, sejumlah pengelola tempat karaoke maupun hotel di Bandungan, saat diklarifikasi pengaduan tersebut, masih enggan memberikan tanggapannya.

“Untuk sementara, kami tidak akan memberikan tanggapan apapun. Pasalnya nanti justru malah semakin membuat panas iklim usaha temapt karaoke dan hotel di Bandungan,” ungkap HRT (50) dan DKS (45), keduanya sebagai pengelola tempat karaoke di Bandungan. (Her)

Loading...

BERITA POPULER

To Top