KILAS SEMARANG

Penyaluran Raskin Model “Bagito” Banyak Dilakukan di Kabupaten Semarang

KILASJATENG.COM, UNGARAN – Program subsidi beras miskin (raskin) yang telah digulirkan pemerintah, diduga banyak memunculkan penyimpangan yang menjurus ke tindak pidana korupsi.

Seperti apa yang terjadi di Kabupaten Semarang, 235 desa/kelurahan telah menerima bantuan ini. Setiap kepala keluarga (KK) yang masuk dalam rumah tangga penerima manfaat (RTPM) menerima 15 kilogram per bulannya, sejak Januari 2011.

Dalam kenyataan di lapangan, hal itu hanya dilaksanakan sebagian kecil desa/kelurahan dalam pembagian raskin sesuai dengan aturan yang ada. Sebagai contoh, apa yang terjadi di Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Sejak tahun 2011 silam hingga sekarang bulan Januari 2018, kurang lebih tujuh tahun lamanya telah melaksanakan pembagian raskin itu dengan model “Bagito” yaitu bagi roto.

“Dalam kenyataan di lapangan, program raskin ini melaksanakan program bagito. Yang seharusnya diberikan kepada penerima yakni 15 kilogram, dalam prakteknya hanya diberikan sebanyak 3 kilogram dan ini hampir terjadi di semua desa di Kabupaten Semarang ini. Yang sangat disayangkan, banyak tanda tangan penerima yang sengaja dipalsukan oleh petugas raskin,” kata Ketua LSM PKP Kabupaten Semarang, Suyana Hadi P ketika ditemui di kantornya, di Lopait, Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (18/1).

Temuan terkait penyaluran raskin ini, kata dia, tidak dapat dibiarkan begitu saja. Hal ini jelas, memunculkan ke tindak pidana korupsi dan tidak dapat dibiarkan. Bahkan, temuan LSM PKP ini secepatnya akan dilaporkan ke kepolisian dan polisi harus menindaklanjuti. Program raskin itu jelas memunculkan tindakan korupsi.

“Yang perlu diketahui bahwa anggaran raskin di Kabupaten Semarang ini menyentuh angka Rp 4.180.500.000 per bulannya dan bila diakumulasi dalam satu tahun menjadi Rp 50.166.000.000. Dengan anggaran yang melimpah ini, ternyata pemerintah Kabupaten Semarang sangat kurang dalam pengawasannya. Bahkan, hampir merata khususnya untuk SPJ dinilainya asal-asalan. Dengan dugaan ada penyelewengan dalam program raskin, polisi harus bertindak cepat dan tegas,” tandasnya. (Her)

Loading...

BERITA POPULER

To Top