INTERNASIONAL

PBB Tolak Proposal AS Soal Yerusalem, Begini Komentar Fahri Hamzah

Jakarta, Liputan.co.id – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan, Indonesia harus menyambut kemenangan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menolak proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, tentang keputusannya yang menyatakan bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Penolakan ini menurut Fahri, adalah momentum untuk mengkonsolidasikan blok baru di dalam dunia yang lebih adil serta mengembalikan kesadaran dunia tentang ketidakadilan global yang terus-menerus dipelihara terhadap masyarakat Palestina.

“Pada tataran itu, Indonesia sebetulnya kalau berani harus mengambil inisiatif untuk melakukan perubahan pada komposisi pemain-pemain global termasuk dalam Dewan Keamanan (DK) PBB. Tidak ada halangan sama sekali bagi Indonesia untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Karena Indonesia mewakili kelompok yang belum terwakili di Dewan Keamanan itu,” kata Fahri lewat rilisnya, Jumat (22/12).

Negara-negara besar di DK PBB itu lanjutnya, tidak ada yang berlatar Islam. Sementara Indonesia, Turki, Saudi harusnya mengambil inisiatif untuk masuk supaya tatanan dunia ini bisa lebih adil, terutama karena ada ketidakadilan global kepada umat Islam.

“Ketidakadilan kepada Palestina dan Al Aqsa, tidak bisa dianggap sebagai murni persoalan kebangsaan, tapi juga ada soal agama. Karena di dalam Palestina itu ada warisan agama yang dirampas secara sepihak, teraniaya terus-menerus,” tegasnya.

Jadi imbuh Fahri, Indonesia harus lebih berani, harus punya proposal lebih konkrit. “Kenapa kalau dulu Soekarno (Presiden RI pertama) berani dengan lantang menantang dunia? Sementara kita sekarang tidak berani? Bukankah sekarang juga yang berkuasa adalah orang yang mengaku dekat dengan ide dan cita-cita Bung Karno. Harus berani,” pungkas Fahri.

Loading...

BERITA POPULER

To Top