KILAS SEMARANG

Walikota Hendi ‘Ngider’ Kampung, Permudah Layani Keluhan Warga

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Sekitar pukul 06.00 WIB, Walikota Semarang Hendrar Prihadi berjalan kaki menyusuri daerah Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (13/12) pagi.

Warga pun tampak sudah bersiap di luar rumah masing-masing. Pasalnya mereka sudah mengetahui kalau kampungnya akan kedatangan orang nomor satu di kota lumpia tersebut.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu pun tampak telaten menyambangi warga satu demi satu ban berdialog untuk menanyakan ada tidaknya permasalahan atau keluhan yang dirasakan.

Salah satunya adalah warga bernama Misbonyluth, yang mengatakan kepada Walikota Hendi jika dirinya baru saja terkena musibah longsor. Benar saja, rumahnya di RT 5/ RW 1 Kelurahan Lempongsari tersebut terlihat tertimbun tanah akibat hujan deras yang mengguyur Kota Semarang beberapa hari kebelakang ini.

Walikota Hendi pun langsung merespon cepat, dengan memberikan bantuan sejumlah uang guna untuk melakukan rehab rumah. Tak hanya itu, dirinya pun meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang untuk memberikan bantuan.

Bukan kali pertama, kegiatan ‘Ngider’ Kampung ini dilakukannya hampir setiap hari. Dirinya mengatakan bahwa saat ini sudah bukan lagi jamannya warga yang mendatangi pemerintah, tetapi sebaliknya pemerintah yang mendatangi warga.

“Kalau untuk sambat, warga harus datang ke kantor-kantor pemerintah dulu, harus ngisi buku tamu dulu, harus nunggu lagi dan seterusnya, pasti akan menyulitkan sekali, karena itu untuk mempermudah, kita yang ‘ngider’, kita yang keliling,” katanya.

“Selain itu di Semarang juga ada jalur pelaporan online yang bernama Lapor Hendi, bisa sms ‘LaporHendi spasi Isi Aduan’ ke 1708 atau lewat sosial media juga bisa. Intinya ini untuk mempermudah warga,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Selasa 12 Desember kemarin kemarin Walikota Hendi juga ‘Ngider’ Kampung di Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Disana, dirinya disambati warga terkait kurang berfungsinya sistem drainase mengakibatkan adanya beberapa genangan air saat hujan.

Mendengar hal tersebut, Walikota yang juga politis PDI Perjuangan ini pun langsung memeriksa sejumlah saluran dan mendapati kesimpulan bahwa kapasitas tampung saluran tak mampu mengalirkan air dengan volume yang sangat besar akibat hujan deras.

Dirinya pun langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang melakukan pembongkaran saluran tersebut untuk dibenahi. “Tadi saya minta ke sedulur-sedulur PU, targetnya satu minggu harus benar, karena hujan masih terus terjadi, jadi tidak bisa ditunda-tunda,” tegasnya. (Art)

 

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top