Ratusan Kartunis dari 35 Negara Pamerkan Karya di Semarang

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Gold Pencil bekerjasama dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) dan Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jawa Tengah, memamerkan 100 kartun bertemakan “Selamatkan Petani Tembakau”.

Kartun karya 350 kartunis dari 35 negara tersebut dipamerkan pada ajang International Tobacco Cartoon Exhibition 2017 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada 20-21 November 2017.

Ketua Gold Pencil, Abdul Arif mengatakan, pameran kartun tembakau merupakan serangkaian kegiatan peringatan World Tobacco Grower’s Day 2017.

“Total 100 kartun tema petani tembakau yang dipamerkan. Karya itu merupakan hasil seleksi dari 609 karya dari 350 kartunis dari 35 negara yang diterima panitia,” katanya, Senin (20/11).

Menurutnya, karya yang dipamerkan dalam ajang ini telah melalui seleksi ketat. Terutama menyangkut tema pameran yang mengangkat tentang selamatkan petani tembakau.

“Meski sudah ditentukan tema, masih ada segelintir kartunis yang mengirim karya tidak sesuai yang diharapkan. Ini wajar mengingat tema yang kita angkat cukup sensitif,” ujarnya.

Adapun seleksi karya pameran melibatkan kartunis senior Semarang seperti Jitet Koestana dan Suratno. Kebanyakan karya masuk merupakan karya berkualitas. Salah satunya, fenomena anak-anak SMP yang ikut masuk seleksi.

“Mereka menyajikan tema petani tembakau dalam kemasan kartun yang cerdas. Padahal masih belia,” ungkapnya.

Selain menentukan 100 karya pilihan, kata dia, pameran kartun tembakau kali ini juga merilis 10 kartunis dengan karya terbaik.

Mereka yaitu Vikram Nayak (India), Alexander Dubovsky (Ukraina), Oleksy Kustovsky (Ukraina), Musa Gumus (Turki), Luka Lagator (Montenegro), Arturo Rosas (Mexico).

Selain itu, Lintang Dwi Pudyastuti (Indonesia), Jajak Ary Nugroho (Indonesia), Dien Yodha (Indonesia), dan Achmad Cholid (Indonesia).

Jitet Koestana selaku dewan juri menyebut, salah satu karya kartunis luar negeri yang dinilai cukup berkualitas adalah asal Turki, yakni Musa Gumus.

“Dalam karyanya petani menanam tembakau dengan hati, ada sosok berjas hitam menyirami petani dengan racun. Ada juga ide di luar dugaan, yaitu tembakau ternyata lebih berharga daripada emas,” terangnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno mengungkapkan peringatan petani tembakau dunia mustinya diperingati setiap 29 Oktober.

“Biasanya dimeriahkan dengan pawai budaya. Tahun lalu kita mobilisasi petani tembakau hingga ribuan,” ungkapnya.

Tahun ini, lanjutnya, ada serangkaian acara salah satunya International Tobacco Cartoon Exhibition 2017.

“Saya lihat ini menarik dan menggelitik. Karya ini akan kami bawa ke dunia internasional. Petani Indonesia adalah bagian dari International Tobacco Growers Association,” imbuhnya. (Art)

 

Redaksi:
Related Post