KILAS SEMARANG

Walikota Hendi: Negara Ini Butuh Pemuda yang Pintar, Cerdas dan Peduli Bangsanya

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, bahwa bangsa Indonesia hari ini membutuhkan pemuda yang pintar, cerdas dan peduli terhadap bangsanya. Bukan pemuda yang hanya sekedar mengandalkan penampilan fiisik, tidak cerdas dan tidak peduli terhadap bangsa ini.

“Hari ini yang dibutuhkan oleh negara adalah orang-orang yang pintar, yang punya prestasi. Kalau perlu, difabilitaspun sepanjang dia cerdas, pintar, punya kepedulian, dia akan dibutuhkan negara. Hari ini, penilaian terhadap anak muda berubah secara fisik,” katanya.

Hal tersebut diungkapkan orang nomor satu di Kota Semarang itu, pada acara pelatihan jurnalistik di SMA Negeri 12 Gunungpati Semarang, Rabu (8/11).

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi tersebut, juga menyatakan jika jenjang pendidikan formal dari TK, SD, SMP, SMA hingga kuliah tidak menjamin pemuda untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang baik.

Pasalnya, perusahaan besar saat ini tidak hanya membutuhkan pemuda yang secara akademik mempunyai nilai yang bagus. Namun pemuda yang dicari adalah pemuda yang juga mempunyai prestasi dan ketrampilan lainnya.

“Hari ini yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar adalah anak muda yang secara akademik keren. Nilainya bagus-bagus, tapi dia juga punya nilai tambah ketrampilan yang baik. Anak muda harus punya tambahan ketrampilan yang lain sehingga kalau anda pingin memenangkan pertandingan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang hebat anda harus mulai bersaing hari ini,” ujarnya.

Walikota Hendi pun membeberkan, ada empat golongan anak muda yang dinilainya tersesat akibat pergaulan bebas selama mengenyam pendidikan formal. Keempat kriteria pemuda itu tidak layak untuk ditiru oleh anak-anak muda sekarang.

Pertama, menurut Walikota Hendi adalah anak muda tidak pintar dan tidak peduli. Anak muda itu biasanya mencari aktualisasi dirinya dengan hal-hal yang sesat.

Kemudian kriteria pemuda yang kedua, lanjut Walikota Hendi, sang pemuda ingin cepat terkenal tapi dengan cara menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba dan menggelar aksi balap liar.

Golongan ketiga, pemuda pintar tapi tidak peduli dengan bangsanya sendiri. Padahal bangsanya telah memberikan beasiswa ke luar negeri tetapi dia bertahan dan tidak ingin kembali ke negaraya sendiri untuk membangun bangsanya.

“Tapi karena dia tidak peduli, begitu lulus di Inggris, begitu lulus di Amerika, begitu lulus di Jerman tapi dia nggak mau pulang di Indonesia? Kenapa? pasti gajinya lebih gede di sana. Dia lupa, bahwa kecil dia lahir di Indonesia, dia bernafas di Indonesia, dia diberi beasiswa oleh negara Indonesia dan dia tidak peduli pada saat Indonesia membutuhkan ilmunya. Itu namanya kelompok kedua,” terangnya.

Walikota Hendi menambahkan, jenis pemuda yang terakhir adalah pemuda yang mempunyai kepintaran namun dirinya tidak peduli. Seorang anak muda yang dia ingin membangun bangsanya, ingin membangun kotanya tapi kemudian dia tidak punya kemampuan untuk membaca bahwa yang dia bantu keliru.

“Contohnya apa? Ini tadi, suka ngeshare-ngeshare berita hoax. Lho kamu kok ngeshare berita hoax? Saya ingin memberitahu yang lain. Bahwa Indonesia sedang begini-begini. Padahal itu tidak benar,” pungkasnya. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top