KILAS SEMARANG

Keliling Kampung, Walikota Hendi Temukan Rumah Agus Hampir Roboh

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Tak ada yang menyangka warga RT 1/ RW 5, Agus, didatangi Walikota Semarang Hendrar Prihadi di rumahnya di Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan. Sontak kedatangannya membuat pria tersebut itu sangat kaget.

Agus mengaku tak menyangka dikunjungi langsung di rumahnya yang tampak sangat memprihatinkan oleh orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Menurut Agus, ia juga tak menduga rumahnya yang dalam kondisi memprihatinkan dan tidak layak huni akan diperbaiki melalui program bedah rumah.

Kondisi tidak layak huni tersebut terlihat dari beberapa dinding yang jebol, atap yang keropos, serta lantai yang tidak berkeramik.

“Saya sangat senang, rumah saya akan langsung diperbaiki oleh pak Hendi,” ujarnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi tersebut menjumpai rumah Agus ketika dirinya jalan sehat berkeliling kampung di Kelurahan Lamper Lor, Semarang Selatan, Rabu (1/11) pagi.

Dirinya kemudian terhenti di rumah salah seorang warga yang diketahui bernama Agus, karena khawatir dengan kondisi rumah tersebut yang terlihat hampir roboh.

“Itu rumahnya seperti itu kok masih ditinggali? Kalau ambruk (roboh) siapa yan tanggung jawab?. Tolong ini segera diperbaiki rumahnya, bulan ini bisa selesai ya,” pinta Walikota Hendi kepada Mutohar yang merupakan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang. “Siap pak,” jawab Muthohar.

Walikota Hendi mengatakan, permasalahan rumah yang tidak layak huni di Kota Semarang bukan hanya ada di Kelurahan Lamper saja, namun juga masih ada sebagai masyarakat yang mengalami nasib seperti Agus.

“Jadi saya usahakan sebisa mungkin setiap pagi berkeliling ke kampung, karena yang seperti ini bisa saja luput dari perhatian masyarakat sekitar sehingga tidak dikomunikasikan kepada kami,” ujarnya.

Pejabat Pemerintah Kota Semarang, kata dia, wajib turun ke bawah. Namun kadang tidak dilakukan.

“Maka dari itu saya selalu katakan ke teman-teman di Pemerintah Kota Semarang, bahwa turun ke bawah itu wajib hukumnya. Kalau sudah diingatkan tapi masih tidak dilakukan juga, saya gandeng untuk turun bareng-bareng,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang Muthohar mengungkapkan, bahwa rumah Agus akan diperbaiki pada pertengahan November mendatang dan akan rampung pada akhir bulan.

“Tadi sudah kami lihat. Untuk perbaikan atap, dinding, dan lantai ini waktu yang dibutuhkan sekitar dua minggu. Namun agar cepat selesai tentu saja dibutuhkan partisipasi warga sekitar juga untuk ikut bergotong royong,” ungkapnya. (Art)

 

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top