Berdesian Futuristik, Taman KB dipugar Jadi Taman Indonesia Kaya

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama Djarum Foundation sedang mulai merevitalisasi Taman Menteri Supeno atau yang lebih dikenal dengan nama Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya.

Taman yang terletak di Jalan Taman Menteri Supeno, Kota Semarang ini berkonsep panggung terbuka. Taman ini akan dilengkapi fasilitas panggung teater utama, yang memiliki kapasitas 400 orang pemain dan 1.000 lebih kursi bagi penonton.

Nantinya ditunjang beberapa fasilitas, seperti di antaranya ruang ganti dan make up artis ang diperuntukan bagi artis atau seniman yang ingin tampil di panggung teater terbuka.

Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono mengungkapkan, Taman Indonesia Kaya ini, diperuntukkan bagi para seniman di Jateng khususnya Kota Semarang, untuk melestarikan budaya dan kesenian daerah.

Target pembangunan taman ini adalah selesai bertepatan pada Hari Jadi Kota Semarang di tahun 2018. Setelah selesai, akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Semarang sehingga perawatan selanjutnya akan lebih mudah.

“Taman Indonesia Kaya ini sebagai bentuk perhatian kami dan pemerintah bagi para seniman, kita ingin nguri-nguri budaya yang dimiliki bangsa ini. Taman ini konsepnya selesai dibangun pada 2018. Setelah jadi, nanti dihibahkan kepada Pemerintah Kota Semarang,” kata Victor dalam sambutanya di acara groundreaking Taman Indonesia Kaya di Kota Semarang,  Rabu (1/11).

Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengaku sangat mengapresiasi terhadap langkah Djarum Foundation yang memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk membangun Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi ini mengungkapkan, jika niatan untuk membangun Taman KB dilakukan sejak tahun 2012 lalu.

“Niatan membangun Taman KB ini sejak 2012 lalu. Saya mewakili warga Kota Semarang mengucapkan banyak terimakasih,” katanya.

Pihaknya meminta proses pembangunan Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya tetap mempertahankan patung Ibu dengan dua anak yang selama ini menjadi ikon Taman KB, tidak akan digusur dan justeru ditata agar lebih menyesuaikan.

“Taman ini yang dikenal dengan Taman KB, dengan patung ibu dan anaknya yang mencari bapaknya nggak pulang-pulang. Saya mohon patungnya tetap dipertahankan. Di taman ini, banyak warga Semarang nongkrong, karena rimbun dan adem.

Walikota Hendi menambahkan, Kota Semarang tidak akan bisa maju dengan hanya mengandalkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Apalagi saat ini nilai APBD Kota Semarang hanya sebesar Rp4,8 triliun.

“Kota Semarang tidak akan bertambah maju dan besar jika hanya mengandalkan APBD Pemerintah Kota Semarang yang nilainya hanya sebesar Rp4,8 triliun,” imbuhnya.

Menurut dia, butuh sinergi dan kerjasama antara pemerintah dengan stakeholder. Baik para pengusaha, warga Kota Semarang maupun para stakeholder lainnya sehingga kota ini akan menjadi lebih maju dan hebat.

“Hanya andalkan APBD kita nggak bisa. Per hari ini APBD kita (Kota Semarang) hanya Rp4,8 triliun. Jakarta yang satu provinsi hanya Rp70 triliun, Bandung Rp6 sekian triliun, Makasar senilai 6 koma sekian triliun. Kalau Kota Semarang hanya andalkan APBD akan terus tertinggal,” terangnya.

Hari ini, contoh keterlibatan pengusaha dalam membangun Kota Semarang, adalah pembangunan revitalisasi Taman KB menjadi  Taman Indonesia Kaya, yang dibantu oleh dana CSR dari Djarum Foundation.

“Kita libatkan stakeholder. Semua (harus) berjalan beriringan dan insyallah, konsep ini tidak hanya Djarum. Perusahaan besar lainya juga akan ikut membantu,” ujarnya.

Dalam acara groundbreaking tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang didampingi Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu, dengan Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono yang didampingi Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian. (Art)

 

Redaksi:
Related Post