KILAS SEMARANG

Pembangunan TPA Blondo Banyak Yang Tidak Sesuai Bestek

KILASJATENG.COM, UNGARAN – Pembangunan penataan TPA Blondo untuk pembangunan talud dan dermaga sampah yang dikerjakan oleh CV Daffa Putra dengan anggaran Rp 677.160.000, diduga tidak sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan, dalam pelaksanaannya menyalahi tidak sesuai dengan spesifikasi.

Ketua LSM Pencegahan Korupsi dan Pungutan liar (PKP) Jateng, Suyana Hadi menyatakan, bahwa dari hasil investigasi langsung ke lapangan yang dilakukan, telah ditemukan pelaksanaan pembangunan proyek tersebut banyak yang tidak sesuai dengan Gestele, pencampuran adukan spesi atau mortardilakukan secara manual.

Selain itu, pemasangan batu kali banyak yang kosong, kwalitas pasir untuk pembangunan proyek tersebut sangat jelek bahkan pasir yang digunakan banyak mengandung lumpur. Untuk mortar dinilainya penggunaan semen masih sangat kurang. Begitu juga untuk kwalitas beton cor tidak sesuai dengan spec. Juga untuk masalah pengawasan di lapangan sinilainya masuh sangat kurang.

“Dari hasil investigasi kami, maka seharusnya seluruh pekerjaan dilakukan atau dilaksanakan sesuai dengan specatau bestek. Untuk pengawasan, harus selalu dilakukan secara professional dan setiap material bangunan yang datang harus lebih dulu diperiksa kwalitasnya. Jangan hanya dibiarkan dan dicatat belaka,” jelas Suyana Hadi kepada wartawan, Kamis (26/10).

Menurutnya, dengan kondisi riil dalam pembanguan TPA Blondo tersebut, pihaknya menuntut agar pekerjaan yang sudah dilakukan harus dibongkar dan dikerjakan sesuai dengan spec atau bestek.

“Kami dari LSM PKP Jateng ini, tidak hanya berkomentar saja namun telah melakukan investigasi beberapa hari di lokasi pembangunan proyek pembangunan di TPA Blondo. Kami telah menemukan beberapa pekerjaan yang kami nilai tidak sesuai spec atau bestek. Selain itu, penemuan ini sudah kita laporkan langsung kepada Kementrian Lingkungan Hidup di Jakarta,” jelas Suyana didampingi Koordinator Tim Investigasi LSM PKP, Watono.

Dalam temuan yang dilaporkan tersebut, tembusannya dikirimkan kepada Gubernur Jateng, Bupati Semarang, Ketua DPRD Kabupaten Semarang serta Kajari Kabupaten Semarang.

Sementara itu PPKom Proyek Pembangunan TPA Blondo, Pranoto, saat dikonfirmasi melalui telepon tidak ada respon dan hingga kini belum ada jawaban. (Her)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top