KILAS SEMARANG

Walikota Hendi Jamin Semua Warga Terlayani Kesehatan Secara Gratis

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi melucurkan program Universal Health Coverage (UHC) atau sistem pelayanan jaminan kesehatan bagi warga Kota Semarang secara menyeluruh, dimana biaya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kota Semarang. Program tersebut merupakan hasil kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu menjelaskan, masalah biaya sudah dialokasikan dalam anggaran APBD Kota Semarang dan pihak BPJS Kesehatan sudah menyetujuinya.

“Masyarakat tidak perlu gusar untuk mengecek kesehatan agar ketika hasilnya ditemukan adanya penyakit, bisa segera ditangani,” katanya, saat pelucuran program UHC di RSUD KRMT Wongsonegoro, Rabu (25/10).

Prinsip dari UHC ini adalah bagaimana pemerintah melalui BPJS melindungi semua warganya agar mereka dapat biaya pengobatan gratis termasuk opname. Syaratnya adalah masuk ke kelas 3.

“Masyarakat tidak perlu gusar untuk mengecek kesehatan agar ketika hasilnya ditemukan adanya penyakit, bisa segera ditangani,” ujarnya.

Untuk warga masyarakat yang sudah tercover dan sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan, kata dia, tidak ditanggung oleh progam UHC. “Bagi mereka yang sudah memiliki keanggotaan BPJS, masuk ke kelas 1 tiba-tiba mereka nunggak sekian lama kemudian ikut program UHC itu yang nggak boleh,” tegasnya.

Pemerintah Kota Semarang menambah sejumlah 93.365 jiwa pada bulan Oktober untuk mencapai cakupan peserta 95 persen dari jumlah penduduk di Kota Semarang.

Mengenai ketersediaan kamar bagi masyarakat pengguna program UHC, Walikota Hendi menjelaskan, bahwa untuk saat ini di RSUD KRMT Wongsonegoro pelayanannya lebih pada masyarakat di kelas 3 di ruang Nakula. Tahun depan, pihaknya berencana akan membangun ruang Sadewa khusus untuk kelas 3. Namun fasilitasnya jauh lebih baik dari kelas 3 yang lain.

Sementara itu Direktur Pelayanan dan Perluasan Kepesertaan BPJS, Andayani Budi Lestari mengatakan, sampai dengan saat ini sudah 54 Kota dan Kabupaten di Indonesia yang telah melaksanakan program UHC.

Sedangkan Kota Semarang menjadi kota pertama di Jateng yang menjadi pelopor program ini.

“Maka sekali lagi, kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang yang telah menginisiasi program UHC. Karena ini bukan hal yang gampang, serta adanya dukungan dalam hal anggaran,” katanya.

Pada kesempatan itu pula, juga dilaksanakan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara yang dipusatkan di Puskesmas Halmahera, Semarang Timur.

“Mulai hari ini kita bersama-sama bisa menurunkan angka yang tinggi, baik dari kanker serviks maupun payudara. Ini merupakan terobosan yang luar biasa dari BPJS Kesehatan untuk masyarakat”, pungkas Walikota Hendi.

Perlu diketahui, data menunjukkan jika kanker serviks dan kanker payudara menjadi momok menakutkan bagi perempuan yang menduduki tingkat tertinggi kematian di Indonesia dengan rata-rata 500.000 orang setiap tahun. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top