KILAS SEMARANG

25 Tahun Terputus, Jembatan Ini Baru Dibangun di Era Walikota Hendi

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Selama hampir 25 tahun warga Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang harus menerjang derasnya arus sungai Kethekan untuk mengantarkan anaknya bersekolah di SDN Jabungan, Semarang.

Bahkan, jika air sungai meluap, warga harus berjalan memutar sejauh 5 kilometer untuk mencapai sekolah tersebut.

Salah satunya adalah Tugiono (60), warga Kelurahan Jabungan RT 4/ RW 2 Kota Semarang.

Dirinya mengaku kerap was-was dan tidak tenang setiap meninggalkan anaknya bersekolah setelah diantarkannya. Pasalnya, ia khawatir bila anaknya akan melintas sendirian di sungai tersebut.

“Biasanya saya gendong. Sejak kelas 1 SD sampai sekarang sudah kelas 5 SD. Kadang kalau air sungai deras, ya tidak sekolah,” kata Tugiono di Jabungan, Senin (23/10).

Namun kini, Tugiono bersama warga lainnya bisa bernafas lega karena setelah hampir 25 tahun tidak mendapatkan perhatian, akhirnya pemerintah Kota Semarang pada era kepemimpinan Walikota Semarang Hendrar Prihadi membangun sebuah jembatan melintasi sungai Kethekan tersebut.

Namun dibangunnya jembatan tersebut, tidak serta merta membuat Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi yang menjabat sejak 17 Februari 2016 itu puas.

Hal ini terlihat saat dirinya memberikan sambutan di SDN Jabungan. Sebelum meresmikan jembatan, Walikota Hendi justru menyentil jajaran Pemerintah Kota Semarang yang tidak cepat tanggap pada kondisi di lapangan.

“Ada dari PU nggak? Ada Dinas Perumahan dan Pemukiman nggak? Kalau sering turun ke ‘bawah’, tidak akan sampai seperti ini. Kenapa harus menunggu sampai ditegur,  jangan sampai warga yang sudah bayar PBB jalannya masih rusak,” tegasnya.

Menurutnya, pejabat pemerintahan harus sering-sering turun ke masyarakat. Jangan sampai hanya mendengar laporan ABS alias Asal Bapak Senang, sehingga kondisi seperti siswa yang menyeberang sungai seharusnya bisa segera diatasi.

“Bahkan, ini kata warga sudah melaporkannya 25 tahun yang lalu. Tapi sewaktu saya datang ke sini di awal tahun, nyatanya tidak ada tindak lanjut. Kendalanya di mana? Buktinya ini bisa pakai anggaran pemerintah dan bantuan swasta,” lanjutnya.

Terlepas itu, Walikota Hendi juga titip pesan kepada warga untuk menjaga jembatan ini bersama-sama.

“Sekarang tidak usah was-was lagi kalau mau menyeberang sungai, karena itu mari dijaga bareng-bareng jembatan yang sudah dibangun ini. Saya tidak mau ada istilah wilayah blusuk dan pinggiran. Semua warga Kota Semarang,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 2 SDN Jabungan, Chelsi Adista pun mengaku senang dengan adanya jembatan tersebut.

“Saya senang ada jembatan ini. Sudah enggak perlu masuk sungai lagi,” kata Chelsi. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top