KILAS DAERAH

Aniaya Pelajar, Mahasiswa Asal Jayapura Diamankan

KILASJATENG.COM, SALATIGA – JUS (23) mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Salatiga yang berasal dari Jalan Abepura, Kelurahan Hedam, Kecamatan Heram, Kota Jayapura berhasil diringkus warga dan akhirnya diserahkan kepada Polres Salatiga, Kamis (19/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

JUS ditangkap warga setelah melakukan penganiayaan terhadap NAB (17) dan KUR (21), keduanya warga Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Kasus penganiayaan itu dilakukan JUS di warung bubur kacang ijo (burjo) di Jalan Imam Bonjol, tepatnya di sebelah Salatiga Futsal. Saat itu, kedua korban sedang menikmati makan bubur kacang ijo di warung tersebut dan dua mahasiswa PTS mendatangi warung burjo. Masing-masing JUS dan rekannya SIM (24) yang juga berasal dari Jayapura itu sesampai di warung, keduanya bertengkar.

“Kedua mahasiswa asal Jayapura setiba di warung ini, langsung bertengkar. Melihat pertengkaran itu, kami berusaha melerainya karena ada beberapa orang yang juga jajan bubur kacang ijo. Keduanya langsung meninggalkan warung,” kata TER (35) salah seorang karyawan warung bubur kacang ijo kepada wartawan, Jumat (20/10).

Beberapa saat kemudian, keduanya balik ke warung burjo untuk mencari HP yang diduga tertinggal. Melihat hal itu, NAB berusaha membantu mencarinya, namun tidak berhasil ditemukan. JUS yang sudah mabuk miras, justru menuduh NAB yang mencuri HP miliknya. Karena tidak melakukan pencurian, NAB pun melawan tuduhan itu hingga terjadi keributan.

Lantaran emosi JUS langsung menyerang NAB dan KUL yang masuh di warung itu. Merasa tidak tahu kejadiannya, usai dipukul JUS, keduanya melarikan diri sambil berteriak minta tolong. JUS masih saja mengejar keduanya dan sempat merusak motor milik NAB yang diparkir di depan warung.

Warga yang mendengar teriakan itu, langsung mendatangi warung dan membantu menangkap JUS dan rekannya. Akhirnya, JUS berhasil ditangkap warga dan langsung diserahkan ke Polres Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas Polres Salatiga AKP I Nyoman Swasma mengatakan, setelah JUS diserahkan ke petugas, langsung dilakukan mediasi dengan kedua korban yang dianiaya dengan difasilitasi Polres Salatiga.

“Dari mediasi tersebut, baik korban maupun JUS akhirnya saling memaafkan. Bahkan, mereka juga menandatangani surat pernyataan yang isinya tidak ada dendam serta masalah telah selesai,” tandas AKP I Nyoman Suasma. (Her)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top