KILAS SEMARANG

Walikota Hendi Ajak Siswa SD Jauhi Narkoba

KILASJATENG.COM, SEMARANG – “Siapa mau hadiah? tapi jawab dulu pertanyaan dari Saya” bujuk Walikota Semarang Hendrar Prihadi dengan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Islam Bilingual An-Nisa. Dengan seketika, anak-anak acungkan tangan ingin cepat menjawab pertanyaan orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Seorang bocah memberanikan diri maju ke depan. Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu pun dengan sumringah menyambut bocah lugu tersebut.

Sembari merangkul, kemudian mengajukan beberapa pertanyaan. “Namamu siapa dek?” tanya Walikota Hendi. “Abel”, jawab siswa kelas 2 tersebut.

Walikota Hendi kemudian menimpali dengan pertanyaan “Abel pernah diajarin bahaya narkoba gak?” “Pernah”, sahutnya. Sama siapa? Ayah sama guru. Terus menurut ayah dan gurumu apa pemahaman tentang bahaya narkoba? “Bisa bikin mati”, jawab Abel lugu. Sontak jawaban Abel mengundang tawa semua yang hadir pagi itu.

“Ya betul. Tapi sebelum mati, otaknya rusak dulu, kalau otaknya rusak tidak bisa untuk tidur, tidak bisa jadi orang pinter. Kalau ga bisa jadi orang pinter nanti tidak punya cita-cita dan tidak bisa sukses kayak papa mamamu, bisa bikin mati,” ajak Walikota Hendi.

Seruan tentang bahaya narkotika dan obat atau bahan berbahaya (Narkoba) tersebut digelorakan Walikota Hendi, saat berbagi ilmu dan pengalaman bersama siswa-siswi SD Islam Bilingual An-Nisa di Jalan Abimanyu Raya, Kota Semarang, Kamis (19/10).

Walikota Hendi hadir menjadi tamu dalam kegiatan bertajuk ‘Pengenalan Profesi’. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Hendi juga menekankan tiga kunci pokok yang harus dimiliki setiap pelajar agar sukses.

Kunci pertama adalah tidak boleh berantem dengan siapa saja, baik dengan sesama maupun yang lebih tua. Karena menurut Walikota Hendi berkelahi dapat menyebabkan perpecahan.

“Dengan berantem dapat menjadikan Negara ini tidak bersatu dan tidak kuat, hal ini akan menyebabkan Negara Indonesia hancur,” ujarnya, dalam rilis yang diterima Kilasjateng.com.

Sedangkan yang kedua dan ketiga adalah jauhi Narkoba dan selalu belajar rajin agar cita-cita tercapai.

“Sekolah itu penting, tapi jangan lupa untuk meraih cita-cita yang telah diimpikan. Bersyukur hari ini adik-adik bisa sekolah, diberi kesehatan harus disyukuri karena masih banyak di Indonesia anak-anak yang tidak bisa bersekolah karena tidak mampu atau sakit, kemudian harus bekerja,” pungkasnya. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top