KILAS SEMARANG

Naik Motor Puluhan Kilometer, Walikota Hendi Motivasi Transmigran Asal Kota Semarang

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi bertolak ke Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Rabu (27/9). Walikota yang akrab disapa Hendi tersebut datang jauh-jauh menemui para transmigran yang berasal dari Kota Semarang.

Total ada 8 kepala keluarga (KK) yang bertransmigrasi dari Kota Semarang ke Kabupaten Kayong Utara sejak tahun 2012 lalu.

Berbekal sebuah rumah dan lahan garapan seluas satu hektar, 5 tahun sudah para transmigran asal Kota Semarang tersebut diupayakan agar kesejahteraannya dapat meningkat.

Melalui pembekalan keterampilan bercocok tanam yang diharapkan mampu mengubah lahan kosong yang disediakan, menjadi sebuah lahan produktif dan mampu menghasilkan produk pertanian atau perkebunan yang unggul.

Walikota Hendi berkunjung ke Kalimantan Barat untuk melihat langsung kondisi warganya yang bertransmigrasi di daerah itu. Ia berharap, para transmigran yang sukses dapat menginspirasi masyarakat lainnya.

“Saya senang karena ternyata kesempatan transmigrasi yang didapatkan ini digunakan sebaik-baiknya,” katanya.

Kedatangan Walikota Hendi ke Kabupaten Kayong Utara, juga bertujuan memberikan dukungan serta motivasi kepada keluarga transmigran.

Untuk sampai kelokasi transmigrasi asal Kota Semarang di Kabupaten Kayong Utara, Walikota Hendi harus menempuh perjalanan puluhan kilometer menggunakan sepeda motor.

Hal tersebut dikarenakan lokasi permukiman transmigran yang jauh dari pusat keramaian, serta akses jalan menuju lokasi yang cukup sulit dan tak bisa dilalui mobil. Namun kesulitan tersebut tak menyurutkan semangat Walikota Hendi untuk bertemu dengan para transmigran.

Sekitar pukul 12.00 WITA, Walikota Hendi tiba di lokasi transmigrasi. Orang nomor satu di Kota Semarang itu disambut antusias oleh para transmigran yang telah menunggunya sedari pagi.

Warga bahkan secara khusus telah menyiapkan sejumlah hidangan untuk disantap bersama. Tanpa sekat, Walikota Hendi pun langsung cair berbaur berbincang-bincang bersama warga transmigran tersebut.

Sambil lesehan, Walikota Hendi juga tampak tak canggung duduk sila bersama-sama. “Pripun kabaripun pak ? (Bagaimana kabarnya pak),” sapa Hendi kepada masyarakat di sana menggunakan bahasa Jawa.

Cukup lama Walikota Hendi bertukar cerita dengan santai bersama para warga transmigran tersebut. Bahkan sesekali canda tawa pecah di sela-sela obrolan mereka. Dirinya pun terlihat cukup senang melihat para transmigran asal Kota Semarang dapat bahagia di tempat tinggal barunya.

Dalam obrolan tersebut, Walikota Hendi juga memberi motivasi agar para transmigran tak cepat menyerah serta terus berusaha memaksimalkan fasilitas yang telah diberikan.

“Pertama, senang karena bisa bertemu kembali dengan saudara-saudara saya yang sudah lama meninggalkan Kota Semarang. Kedua, senang karena ternyata kesempatan transmigrasi yang didapatkan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Walikota Hendi mengatakan banyak kisah inspiratif yang didapat dari mereka. “Kisah inspiratif dari sedulur-sedulur di sini untuk disebarkan, karena transmigrasi ini kan bukan hanya tentang meningkatkan kesejahteraan atau pemerataan kepadatan penduduk, tetapi juga tentang perjuangan dan pengorbanan dalam membangun Indonesia,” tambahnya.

Salah satu kisah inspiratif tersebut berasal dari Ridwan. Lelaki 40 tahun itu merupakan salah satu transmigran yang telah sukses dengan meraup penghasilan 10 juta per bulan dengan mengolah lahan.

Ridwan menceritakan perjuangannya sebagai transmigran hingga harus kehilangan salah satu anaknya yang tenggelam di parit.

“Begitu sampai di sini saya langsung menangis pak, karena lahan yang harus digarap terkena banjir selama 3 bulan tidak surut. Tapi alhamdulillah itu tidak menyurutkan tekad saya untuk membangun wilayah di sini,” ujarnya.

Atas perjuangannya tersebut, pada tahun 2016, Ridwan pun bahkan mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu transmigran teladan. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top