KILAS SEMARANG

Lewat Kembul Bujono, Walikota Hendi Ajak Warga Pererat Kebersamaan

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Ratusan warga Kota Semarang memadati halaman Balaikota Semarang, Rabu (20/9). Mereka tampak menikmati sedikitnya 150 nasi tumpeng lengkap dengan berbagai lauk pauk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H atau malam 1 Suro.

Tradisi ini sering disebut dengan istilah “Kembul Bujono” atau makan bersama tumpengan secara massal secara lesehan. Ratusan tumpeng disediakan Pemerintah Kota Semarang dari CSR pengusaha, perhotelan maupun perbankan.

Nasi tumpeng yang dipotong oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu kemudian diserahkan ketua LPMK Kota Semarang dilanjutkan makan bersama.

Sebelum pemotongan tumpeng, dilantunkan doa bersama dipimpin KH Said Al Masyhad dan KH Anasom dengan harapan ke depan kota Semarang dan seluruh warganya selalu diberi keselamatan dan keberkahan.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu mengatakan, bahwa tradisi “Kembul Bujono” ini menyiratkan makna yang mendalam guna mempererat kebersamaan semua orang dari berbagai latar belakang, baik jenjang kepangkatan, status sosial maupun masyarakat biasa.

“Semuanya duduk bersama untuk menikmati nasi tumpeng secara bersama-sama. Inilah gambaran seperti halnya dalam membangun Kota Semarang, lepaskan segala sekat perbedaan yang ada, mari bersama-sama,” katanya.

Permasalahan perbedaan apalagi cuma perbedaan warna, kata Hendi, jangan dijadikan penghambat pembangunan. Sebab pembangunan harus melibatkan seluruh masyarakat dan berbagai pihak bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

“Kalau yang merah berteman hanya dengan yang merah, yang biru berteman hanya dengan yang biru, kemudian yang punya pangkat dolane hanya dengan yang punya pangkat, yang punya uang juga dengan hanya yang punya uang, maka Semarang tidak akan maju,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, tak lupa Walikota Hendi juga menghaturkan terimakasih kepada semua pihak yang bersedia mendukung gelaran ini hingga bisa terlaksana dua kali berturut-turut.

“Atas dukungan moril dan materi atas terselenggaranya gelaran ini kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berinisiatif dan luar biasa dalam menyelenggarakan acara malam hari ini,” pujinya.

Ia berharap tradisi 1 Suro ini jangan sampai punah, namun dipertahankan sebagai salah satu obyek wisata Kota Semarang.

Usai makan tumpeng bersama, peringatan Tahun Baru 1 Muharam 1439 H di Balaikota Semarang dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Anom Dwijo Kangko yang mengangkat lakon “Anoman Maneges”. Tak ketinggalan hiburan lawak oleh Marwoto. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top