KILAS SEMARANG

Terima Tim Verifikasi Penilaian Kota Sehat, Tia Hendrar Prihadi Optimis

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Kota Semarang kembali menjadi peserta di ajang penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional. Hal itu terungkap setelah tim verifikasi kota sehat 2017 dari pusat melakukan kunjungan ke kota Semarang, Senin (11/9).

Tim penilai dipimpin langsung oleh Widayanti Bandia yang merupakan Kepala Bidang Tata Destinasi Pariwisata Prioritas/IV B. Asdep, Tata Kelola Destinasi Dan Pemb. Masyarakat Deputi Bid PDIP Kementrian Pariwisata.

Rombongan diterima langsung Plt Walikota Semarang Ir Hevearita G Rahayu, Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto, Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang Ny Kriseptiana Hendrar Prihadi dan perangkat daerah terkait, di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Kota Semarang yang terletak di area Balaikota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut Plt Walikota Semarang Hevearita G Rahayu mengucapkan selamat datang kepada Tim Verifikasi  Penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional 2017.

“Kami menyambut baik penyelenggaraan lomba kota sehat. Dengan adanya lomba kota sehat, tentu saja akan memberikan motivasi atau dorongan bagi semua stakeholders dan elemen masyarakat di Kota Semarang untuk bahu membahu mewujudkan Semarang sebagai kota yang sehat atau istilahnya liveable city,” katanya.

Sementara itu, Tia Hendrar Prihadi menjelaskan bahwa Kota Semarang mengajukan empat tatanan dalam penilaian untuk memperoleh penghargaan Wiwerda 2017 yaitu permukiman dan sarana prasarana sehat, sehat mandiri, pariwisata sehat, serta ketahanan pangan dan perbaikan gizi.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kota Semarang melakukan sejumlah upaya di antaranya  melalui perencanaan yang sangat mendukung Kota Sehat yaitu memiliki target Kota Sehat di RPJMD, Program Sicentik (Siswa Cari Jentik), Kampung Tematik menuju Kota Sehat, serta Ambulan Hebat.

Program Sicentik muncul karena kepedulian dalam rangka penanggulangan DBD. Selain itu, kata Tia dalam mewujudkan konsep kota sehat, Forum Kota Sehat melakukan Kolaborasi pelaksanaan Kampung Tematik dengan Tema Kota Sehat.

“Sedangkan ambulan hebat Si Cepat ini dilakukan dalam rangka memberikan Pelayanan Kesehatan secara komprehensif dan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Di samping itu, Pemerintah Kota Semarang juga melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga di antaranya melaksanakan MoU dengan perguruan tinggi dan komunitas TB HIV dalam rangka menguatkan kelompok-kelompok masyarakat dalam penguatan Warga Peduli AIDS di Kelurahan Peterongan dan Kelurahan Kalibanteng Kulon serta pembuatan ruang pemeriksaan kesehatan di Nongkosawit dan kerja sama dengan radio dengan melakukan siaran secara rutin.

Tia menambahkan, upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang diantaranya, peningkatan kapasitas PKK selaku forum Komunikasi tingkat Kecamatan dalam melaksanakan pengembangan potensi, Workshop dengan Kepala Puskesmas dalam rangka monitoring dan penguatan FKK, Meningkatkan Pemahaman dan kompetensi Kelurahan untuk menentukan potensi Kelurahan.

“Sarana prasarana dalam mendukung program ini diantaranya pendampingan fasiltas umum di terminal, passar, sekola seperti UKS, bank sampah, program sedekah sampah, green house, facilitas pemeriksaan kesehatan, dan ruang laktasi,” imbuhnya.

Tia berharap, Kota Semarang dapat menjadi yang terbaik dalam lomba kota sehat kali ini. “Dengan adanya lomba ini Saya berharap dapat menjadi motivasi bagi warga kota Semarang untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Ketua Tim Penilai Widayanti Bandia menyebutkan, bahwa pihaknya mengapresiasi dan bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Kota Semarang.

“Kedatangan kami tidak untuk menilai, melainkan melihat sinergitas antara program kerja OPD dengan masyarakat. Saya percaya program kerja OPD bagus, tapi kita lihat apakah masyarakat dilibatkan atau tidak,” ujarnya. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top