KILAS SEMARANG

Sumber Air Mengering, Walikota Hendi Gerak Cepat Tangani Krisis Air Bersih

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Akibat musim kemarau panjang, krisis air bersih mulai melanda sejumlah desa di Kota Semarang. Seperti yang dialami ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.

Sudah lebih dari beberapa bulan belakangan ini mereka kesulitan air bersih, lantaran sumber air bersih yang selama ini menjadi andalan warga mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan harian, ratusan KK itu mengandalkan air dari sebuah sumur berkedalaman 6 meter.

Warga harus antri dan hanya bisa mendapat 4 jerigen air setiap dua hari sekali. Tentu saja jumlah air itu tidak cukup untuk kebutuhan sekeluarga. Sehingga, warga terpaksa membeli air dari penjual air keliling.

Widodo, warga Deliksari mengatakan sejak sumber air bersih mengering, ia terpaksa membeli air dari para penjual air keliling untuk keperluan sehari-hari.

“Mau bagaimana lagi, kami butuh air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti memasak, minum, mandi dan mencuci,” katanya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Walikota Semarang Hendrar Prihadi bergerak cepat meninjau krisis air bersih yang terjadi di Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kamis (7/9).

Setibanya di sana, Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu langsung mendatangi dan berdialog dengan warga yang tengah mengantri air bersih di sebuah sumur.

Ia meminta warga desa tidak mencemaskan situasi tersebut. Pemerintah Kota Semarang, kata dia, tengah berupaya mengatasi krisis air bersih di Deliksari.

Salah satunya yaitu, perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) PDAM Tirta Moedal diminta mengirimkan tangki air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih, seperti di daerah Deliksari di Kecamatan Gunungpati dan Desa Rowosari di Kecamatan Tembalang.

“Setiap hari, kami akan drop satu tangki kapastis 5000 liter air bersih sampai kondisi sumber air bersih normal lagi. Ini gratis tanpa dipungut biaya,” katanya.

Selain itu, dengan subsidi masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang akan melakukan pemasangan baru PDAM Tirta Moedal hanya dikenakan biaya Rp 900.000 karena mendapat subsidi pemerintah.

Menurut Hendi, biaya itu dapat diangsur hingga 10 kali. Sedangkan, biaya per bulannya dalam pemakaian 3 hingga10 m3 hanya sekitar Rp 50.000.

Jaringan pipa air bersih PDAM Tirta Moedal sudah dipasang di Deliksari. Dalam dua hingga tiga minggu mendatang, jaringan pipa akan mulai dialiri air bersih. Sayangnya, tidak seluruh warga setuju untuk berlangganan air bersih.

“Karena warga belum satu suara, maka untuk pemasangan baru instalasi PDAM Tirta Moedal ini belum bisa terlaksana,” ujarnya.

Rencana jangka panjang untuk memperlancar aliran di Deliksari, lanjut dia, adalah dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat.

Dengan adanya SPAM, maka reservoir milik PDAM Tirta Moedal di Gunungpati yang saat ini juga dialirkan ke Semarang Barat, melalui reservoir Manyaran, alirannya bisa difokuskan ke daerah Gunungpati.

“Dengan SPAM Semarang Barat yang sumber airnya dari Waduk Jatibarang ini akan bisa mengaliri 60.000 KK, yang nantinya akan kita arahkan ke Ngaliyan, Tugu dan Semarang Barat,” terangnya. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top