KILAS SEMARANG

Walikota Hendi: Pemuda adalah Calon Pemimpin

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Ribuan mahasiswa baru Universitas Dian Nuswantoro Semarang mendapatkan pembekalan dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam acara talkshow, Senin (4/9).

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu, menyerukan mahasiswa untuk menjadi pemimpin. Menurutnya pemuda memiliki keberanian sehingga bisa menjadi pemimpin.

“Teruslah bermimpi karena kamu adalah calon pemimpin,” kata Walikota Hendi di depan ribuan mahasiswa baru Udinus dalam talkshow yang berlangsung di halaman Gedung G Kampus Udinus.

Namun, kata Hendi, calon pemimpin tidak cukup hanya bermodalkan keberanian saja. Keberanian harus diasah dengan kemampuan yang ada.

“Seharusnya kini pemuda tidak lagi menjadi pemimpi melainkan pemimpin yang memiliki nyali. Tetapi keberanian saja tidak cukup sebagai modal menjadi pemimpin,” katanya.

Menurutnya, ada 4 golongan pemuda saat ini, golongan yang pertama tidak peduli dan tidak pintar. Biasanya suka tawuran, balapan liar, pakai narkoba, dan pergaulan bebas. Sedangkan golongan kedua golongan anak yang pintar tapi tidak peduli.

“Yang penting nilai baik, kerja di luar negeri, tidak peduli ilmunya bisa berguna untuk Indonesia apa tidak,” ujarnya.

Golongan ketiga yakni tipe pemuda yang peduli tapi tidak pintar. Biasanya golongan tersebut melakukan provokasi di media sosial tanpa tahu kebenarannya. Golongan terakhir berisi anak pintar dan peduli yang aktif mencari solusi dari permasalahan yang ada.

“Nah sekarang tinggal kita yang menentukan akan dibawa ke mana keberanian yang kita miliki ini,” kata orang nomor satu di Kota Semarang ini.

Hendi berharap agar mahasiswa baru dapat memaknai berani, pintar, peduli dari upaya pembangunan Kota Semarang. Pembangunan Kota Semarang yang sebelumnya tidak maksimal membuat Kota Semarang menjadi tertinggal.

“Untuk itu saya berupaya mengambil tantangan dengan menggerakkan 4 roda pembangunan yaitu sinergitas antara pemerintah, pengusaha, pewarta, dan masyarakat untuk meningkatkan pembangunan Kota,” katanya.

Di antaranya, lanjut Hendi, dengan mengubah wajah kota di tahun 2018 dengan menyediakan fasilitas transportasi yang baik, mengubah arah kebijakan menjadi pro masyarakat tidak mampu, menghilangkan perilaku koruptif dalam birokrasi.

Selain itu, menyediakan modal usaha dengan bunga ringan melalui kredit wibawa. Peningkatan fasilitas kesehatan dengan menyediakan ambulans gratis bagi masyarakat, dan membenahi 11.000 rumah tidak layak huni.

Tak hanya itu, dia juga selalu mengupayakan membangun semangat kebersamaan, memimpin pembangunan gotong royong serta meningkatkan sektor pariwisata dengan mengubah wajah kampung melalui program kampung tematik.

“Nyatanya berdasarkan indeks pariwisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata 2016, saat ini Kota Semarang menduduki peringkat 5. Ini merupakan kemajuan yang luar biasa,” jelasnya.

Pada akhir acara, Walikota Hendi yang juga penggagas gerakan Jumat Reresik Masjid (Jarik Masjid) itu berpesan kepada para mahasiswa untuk berhati-hati dalam bertindak. Anak muda ibarat bola kristal, yang sekali pecah meskipun diperbaiki pasti akan berbekas.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Udinus Edi Noersasongko menyerahkan 102 buah bak sampah, 306 tong sampah yang diperuntukkan bagi Kelurahan Pindrikan Kidul dan juga 3.573 bibit mangrove dan cemara laut sesuai jumlah mahasiswa baru Udinus dan diterima oleh Walikota Hendi.

Rencananya, bibit mangrove dan cemara laut tersebut akan ditanam guna menanggulangi abrasi pantai di Pesisir Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top