Rumah Ngatimin Ludes Terbakar Diduga akibat Korsleting Listrik 

KILASJATENG.COM, UNGARAN – Diduga akibat hubungan pendek arus listrik atau korsleting, rumah milik pelatih kesenian Reog Ngatimin (60) warga Berokan RT 03 RW 06, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang terbakar pada Senin (28/8) pukul 12.00 wib. Akibat kebakaran itu, korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp 200 juta.

Komandan Regu Petugas Pemadam Kebakaran Ambarawa, Kabupaten Semarang Kristian Nugroho mengatakan, saat kejadian korban sedang ke pasar dan rumah dalam keadaan kosong atau tidak berpenghuni, pada siang hari.

Tetangga korban yang rumahnya saling berhadapan, yang pertama kali melihat kepulan asap membumbung tinggi dari bagian rumah tersebut. Kemudian, tetangga tersebut berteriak jika ada kebakaran dan sejumlah warga berdatangan. Selanjutnya, warga melaporkan ke pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran Ambarawa.

Sesaat kemudian petugas pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman api. Tiga unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Semarang dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Didalam rumah yang memiliki luas 300 meter persegi dan terdiri tiga bagunan itu, tersimpan pula seperangkat gamelan baru lengkap dan pakaian reog . Selain itu, ratusan potong kayu kering yang akan digunakan membangun rumah anak kandungnya, juga ikut ludes terbakar.

“Saat kejadian, rumah pelatih reog itu kosong karena sedang ditinggal ke pasar. Didalam rumah itu tersimpan juga seperangkat gamelan baru dan pakaian reog lengkap. Sementara mobil milik korban Mitsubishi L 300 pick-up selamat dari amukan api. Kerugiannya sementara mencapai Rp 200 juta,” kata Kristian Nugroho dilokasi kejadian.

Sementara itu, pasangan suami istri Ngatimin dan Jumini atau pemilik rumah belum dapat dikonfirmasi karena masih shok. Sedangkan anak-anak korban masih bingung atas kejadian tersebut.

Hingga pukul 14.30 WIB, petugas pemadam kebakaran bersama warga masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran dan menyingkirkan puing-puing maupun barang milik korban yang tidak terbakar. (Her)

 

Redaksi:
Related Post