Jelang Diresmikan, Exit Tol Tambahan di Salatiga Belum Terwujud

KILASJATENG.COM, SALATIGA – Hingga menjelang diresmikannya jalan tol Semarang-Solo Seksi III Bawen-Salatiga, realisasi akses pintu tol (exit tol) tambahan di wilayah Kota Salatiga hingga kini belum jelas. Bahkan, masih terus diupayakan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR).

Walikota Salatiga Yuliyanto mengatakan, pihaknya mengakui hingga kini apa yang sudah diusulkan oleh Pemkot Salatiga terkait pintu tol di Salatiga selain di Tingkir, belum ada jawaban yang jelas dari Kementerian PUPR. Usulan itu telah disampaikannya sejak tahun 2009 lalu dan harapannya akan segera direalisasikan.

“Kami mengusulkannya sejak tahun 2009 lalu, namun sampai sekarang belum juga ada jawaban secara jelas dari Kementerian PUPR. Selain itu, setiap kami bertemu atau bertatap muka langsung dengan Kementerian PUPR pasti kami tanyakan dan jawabannya masih menunggu keputusan,” kata Yuliyanto kepada Kilasjateng.com, Senin (28/8).

Ditambahkan, bahwa jika exit tol tambahan itu diwujudkan di daerah Salatiga selain Tingkir yang sudah ada, maka akan menggunakan lahan baik milik warga Kota Salatiga maupun Kabupaten Semarang. Namun, semua itu telah dikoordinasikan dengan Pemkab Semarang dan pihaknya juga telah membuat surat pernyataan terkait dengan adanya lahan untuk exit tol tambahan itu.

Direncanakan, pada September nanti Walikota Salatiga beserta dinas terkait akan kembali melakukan pertemuan dengan Kementerian PUPR di Jakarta. Intinya akan menanyakan keseriusan untuk menerima usulan terkait dengan exit tol tambahan itu.

“Harapan kami, usulan exit tol tambahan di Salatiga ini dapat disetujui dan selain pintu tol Tingkir ada satu lagi di daerah utara berbatasan dengan Kabupaten Semarang,” tandas Yuliyanto.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga M Teddy Saulistio SE menyatakan, bahwa pihaknya sempat mempertanyakan kepada Pemkot Salatiga terkait dengan keseriusan akan exit tol tambahan di Simpang Susun Patimura Salatiga itu. Pasalnya, sejak diusulkan tahun 2009 lalu hingga kini belum ada tanda-tanda dibangun.

“Harusnya Pemkot Salatiga terus mempertanyakan keseriusan pembuatan exit tol tambahan di Salatiga itu. Pasalnya, ada kabar jalan tol Bawen-Salatiga akan segera diresmikan. Jika itu terjadi, maka boleh dikatakan usulan dari Pemkot Salatiga tidak akan terwujud. Sekali lagi, kami harapkan Walikota Salatiga secepatnya mempertanyakan kembali kepada Kementerian PUPR di Jakarta,” ujar politisi PDI Perjuangan itu. (Her)

 

Redaksi:
Related Post