KILAS SEMARANG

Tolak Lima Hari Sekolah, Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan Gelar Aksi

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Gelombang penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah terus berlanjut. Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) menolak dan keberatan diberlakukan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut.

KMPP memandang Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tentang jam sekolah telah meresahkan masyarakat. Karenanya, ribuan massa turun jalan melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (21/7). Mereka menuntut supaya Permendikbud yang mengatur lima hari sekolah dibatalkan.

“Kami menolak dengan tegas Permendikbud yang mengatur lima hari sekolah, karena tidak sesuai dengan UUD 1945 serta UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Selain itu, Permendikbud itu telah meresahkan masyarakat,” tegas Koordinator Aksi Hudallah Ridwan disela aksi, kemarin.

Hudallah Ridwan mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah telah sewenang-wenang memaksakan menerapkan lima hari sekolah di setiap satuan pendidikan. Hematnya, pemerintah tidak memperhatikan aspirasi dari masyarakat yang selama ini menolak.

“Kami juga menolak kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah yang telah sewenang-wenang menerapkan lima hari sekolah di setiap satuan pendidikan. Jelas pemerintah di Jawa Tengah tidak mengindahkan permintaan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat,” kata Gus Huda, sapaan akrab Hudallah Ridwan.

Untuk itu, lanjut Gus Huda, pihaknya mewakili ribuan massa aksi meminta Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Presiden tentang penguatan pendidikan karakter.

Namun demikian, Presiden Jokowi juga harus memperhatikan eksistensi pendidkan keagamaan di seluruh Indonesia.

“Namun, dengan catatan eksistensi lembaga pendidikan yang sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka juga harus diperhatikan. Lembaga pendidikan keagamaan itu sudah terbukti mampu melahirkan generasi bangsa yang berkarakter. Tokoh-tokoh yang lahir dari lembaga pendidikan keagamaan itulah yang selama ini menjaga keberagaman dalam bingkai NKRI,” tandasnya. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top