GAYA HIDUP

Agar Tidak Pikun di Usia Lanjut, Lakukan Ini dari Sekarang

Kita semua tahu bahwa seiring bertambahnya usia seseorang, maka kemampuan kemampuan seseorang untuk bergerak, berbicara dan menyimpan informasi pada otaknya akan mengalami penurunan.

Demensia atau pikun, nama kondisi ini, ternyata berkaitan dengan terjadinya proses penyusutan pada ukuran otak, lebih tepatnya pada sebelah kanan hippocampus

Perlu diketahui, area otak yang betuknya mirip dengan kuda laut ini, memiliki fungsi yang berhubungan dengan daya ingat dan kemampuan tubuh untuk menjaga postur badan.

Lalu adakah cara yang terbaik agar terhindar dari kondisi ini? Mengenali gejalanya sejak awal, menurut ahli, adalah cara yang terbaik yang bisa Anda lakukan.

Jadi, jika Anda atau orang tua Anda mulai menunjukan beberapa gejala pikun, maka jangan tunda lagi untuk meminta penanganan ahli.

Temuan ini sendiri berdasarkan studi yang sudah berjalan 14 tahun lamanya dan dilakukan oleh para ahli dari University of Pittsburgh Graduate School of Public Health di Amerika Serikat.

Selain mengenali gejala awal yang ditunjukan demensia, Anda juga mungkin ingin melakukan beberapa perubahan dalam hidup Anda. Mulailah dengan:

1. Mengkonsumsi buah dan sayur
Buah dan sayur kaya akan nutrisi yang dibutuhkan otak seperto folate, flavonoid, carotenoid dan antioksidan. Mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan mampu membantu anda terhidar dari kemunuduran kognitif setidaknya sebesar 40 persen.

2. Mengkonsumsi seafood
Beberapa studi menunjukan bahwa ikan dan beberapa jenis seafood lainnya kaya akan EPA dan DHA asam omega-3 yang dipercaya mampu meningkatkan kesehatan otak dan mengurangi resiko demensia. Konsumsi satu porsi ikan sedikitnya satu kali dalam seminggu, lebih sering akan lebih baik.

3. Perhatikan konsumsi kolin
Kolin adalah nutrien penting bagi otak. Peran kolin sendiri adalah sebagai nutrisi bagi otak dan penting untuk membangun jaringan dan membantu fungsi tubuh. Selain dapat ditemukan pada seafood, kolin juga dapat ditemukan pada daging, kuning telur, coklat, kacang-kacangan, kembang kol, tomat, asparagus produk susu, dan lainnya. Besaran konsumsi kolin yang dianjurkan dalam satu hari adalah 500gram.

4. Hindari makanan yang mengandung gula tambahan
Mengkonsumsi makanan dengan gula tambahan dapat meningkatkan resiko terkena gangguan kognitif dan menurunnya kemampuan otak dalam menyimpan memori. Gula tambahan banyak ditemukan pada produk seperti es krim, yoghurt, saus tomat, krim salad, minuman beralkohol, minuman bersoda, selai dan masih banyak lagi.

Sumber: Mail Online, Apetite for Health

(ruf)

Loading...

BERITA POPULER

To Top