RAGAM

Dibanding Pria, Ternyata Wanita Lebih Sering Alami Mimpi Buruk

Sering bermimpi buruk saat tidur jangan disepelekan, meskipun hal itu sebagai sesuatu yang tidak bisa diperhitungkan dengan logika.

Namun, jika Anda sering tidur gelisah, itu bisa menjadi tanda peringatan akan adanya masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Hal ini menurut sebuah studi baru oleh psikolog di Universitas Turku.

Peneliti kesehatan jiwa, Nils Sandman Temuan mereka menunjukkan mimpi buruk harus dianggap sebagai tanda peringatan awal dari adanyan gangguan kesehatan mental.

Risikonya memang tidak terlalu besar, kebanyakan penderita mimpi buruk tidak akan melakukan tindakan yang berbahaya, seperti bunuh diri.

“Namun mimpi buruk yang terlalu sering dialami seseorang harus diperhatikan dengan serius dan mereka ini harus mendapatkan bantuan sesegera mungkin,” kata Nils Sandman, seperti dilansir laman Yahoo Health, Minggu (28/5).

Hasil penelitian ini diperoleh dengan menganalisis survei Finlandia Finrisk Finlandia yang meneliti 71.068 peserta sejak 1972 sampai 2012.

Tapi mengapa tim Turku memilih untuk mempelajari korelasi yang disarankan?

“Hasil dari penelitian ilmiah ini perlu direplikasi beberapa kali sebelum kami bisa menyatakannya sebagai fakta ilmiah,” jelas Sandman.

Pada 2001, sebuah studi survei Finrisk oleh Tanskanen menunjukkan bahwa mimpi buruk bisa meningkatkan risiko bunuh diri.

Tim Sandman kemudian menguji ulang temuan ini.

Dalam studi baru, 3.139 veteran perang dibandingkan dengan populasi umum.

Mereka terbukti mengalami lebih banyak mimpi buruk daripada populasi umum namun risiko bunuh diri tidak terbukti lebih kuat.

“Kami kini memiliki pemahaman yang lebih baik bahwa peningkatan mimpi buruk, meskipun sedikit, tetap akan mengakibatkan risiko bunuh diri,” kata Sandman.

Studi ini mendefinisikan mimpi buruk sebagai mimpi intensif dengan nada emosional negatif.

Ditemukan bahwa mimpi buruk yang sering menyusahkan ini bisa meningkatkan risiko gangguan mood dan bunuh diri, baik di kalangan populasi umum dan veteran Perang Dunia II.

Namun, Sandman juga mencatat keterbatasan penelitian. Tim Sandman tidak memiliki data tentang tema atau isi mimpi buruk yang akan memberikan analisis yang lebih tepat.

Tim tersebut juga menemukan bahwa mimpi buruk tampaknya meningkatkan risiko bunuh diri di antara kedua jenis kelamin, meskipun dalam data tersebut, wanita ditemukan memiliki lebih banyak mimpi buruk sementara pria memiliki risiko bunuh diri yang jauh lebih tinggi.

Para psikolog mencatat walaupun harus ada risiko kuat lainnya untuk bunuh diri, mimpi buruk adalah faktor risiko yang bisa dimodifikasi secara potensial dalam pencegahan tindakan bunuh diri.

“Ada bukti kuat bahwa mimpi buruk berkaitan dengan banyak masalah kesejahteraan. Ke depan, orang yang sering mengalami mimpi buruk ini harus mendapat perhatian klinis lebih sering karena mereka mungkin memiliki tanda peringatan dini akan adanya masalah yang lebih serius,” pungkasnya.

Loading...

BERITA POPULER

To Top