KILAS SEMARANG

Lagi, Tim Satgas Mafia Pangan Polda Jateng Temukan Ribuan Ton Gula Tanpa Label SNI

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Tim Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng kembali mengungkap penimbunan lebih dari seribu ton gula kristal putih tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI).

Gula kristal putih tersebut diamankan dari dua tempat berbeda, yakni di Desa Berbak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Dari gudang tersebut, ditemukan gula kristal putih kemasan bermerek Gendhis sebanyak133 ton.

Kemudian saat dilakukan pengembangan, kembali diamankan gula kristal putih dengan merek dan kemasan yang sama sebanyak 1.107 ton di sebuah gudang di Desa Ngurah Harjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova, membenarkan pengungkapan yang dilakukan Tim Satgas Mafia Pangan tersebut.

“Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan kasus 39 ton yang diungkap di Kendal pada 10 Mei lalu,” kata Djarod.

Menurut dia, gula kristal putih yang diamankan dari Kendal dan Blora memiliki merek sama yaitu Gendhis produksi PT GMM Blora. Seluruh gula kristal putih tersebut diduga kuat milik LK, mantan Direktur Utama PT GMM Blora.

Sebelumnya, Tim Satgas Mafia Pangan mengungkap penimbunan 39 ton gula kristal putih tanpa label SNI yang disimpan di sebuah gudang perusahaan PT KMP yang berlokasi di Jalan Pelabuhan Kendal, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Hasil pengecekan, PT KMP ternyata bergerak di produksi kayu lapis dengan dokumen perizinan yang dimiliki tidak ada kaitan perdagangan gula kristal putih.

Selanjutnya Tim Satgas Mafia Pangan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor selaku lembaga yang mengeluarkan sertifikasi SNI produk gula kristal putih.

Diketahui PT GMM Blora sebenarnya telah mendapat sertifikasi SNI Nomor 414/BBIA/LSPro-BBIA yang diterbitkan Agro Based Industry Certification Service pada 13 Juli 2015.

Namun karena PT GMM itu tidak merespon kewajiban audit pengawasan yang wajib dilakukan per tahun, maka sertifikat SNI PT GMM Blora per tanggal 12 Mei 2016 dicabut.

Pasal yang dikenakan dalam kasus tersebut yaitu Pasal 140 UU RI No.8 tahun 2012 tentang pangan, Pasal 120 ayat (1) dan atau ayat (2) UU RI No.3 tahun 2014 tentang perindustrian, Pasal 106 dan Pasal 113 UU RI No.7 tahun 2014 tentang perdagangan, dan Pasal 62 ayat (1) UU RI No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (Art)

Loading...

BERITA POPULER

To Top